Biodata Iwan Martua Dongan Simatupang, Novelis, Penyair, dan Esais Indonesia

Iwan Martua Dongan Simatupang

Biodata Iwan Martua Dongan Simatupang, Novelis, Penyair, dan Esais Indonesia

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Iwan Martua Dongan Simatupang, Novelis, Penyair, dan Esais asal Indonesia. Penasaran ingin tahu tentang biodata Iwan Martua Dongan Simatupang, simak penjelasannya berikut ini

Iwan Martua Dongan Simatupang

Iwan Martua Dongan Simatupang atau lebih dikenal  Iwan Simatupang adalah  seorang novelis, penyair, dan esais Indonesia.

Beliau lahir di Sibolga, Sumatra Utara, 18 Januari 1928. Sewaktu kecil, Iwan menghabiskan sebagian waktunya dengan belajar mengaji dari orang tuanya.

Selanjutnya, barulah beliau melanjutkan pelajarannya ke sekolah lanjutan di Padang Sidempuan. Pada tahun 1948 Iwan memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih untuk menjadi pasukan yang ikut berperang melawan Belanda.

Beliau menjadi komandan pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar dan memimpin organisasi Pemuda Indonesia di Sumatra Utara.

Pada tahun 1949, Iwan Simatupang sempat tertangkap oleh Belanda dan tidak berapa lama dibebaskan. Setelah bebas, beliaupun kembali melanjutkan bersekolah di Hoogere Burgerschool (HBS) atau sekolah menengah umum di Medan.

Setelah lulus dari HBS, Iwan kemudian melanjutkan sekolahnya ke Fakultas Kedokteran di Surabaya pada tahun 1953.

Di samping belajar kedokteran, Iwan Simatupang juga belajar ilmu filsafat, antropologi, sastra, dan agama. Selama belajar di kedokteran, Iwan pun menyadari bahwa ternyata menjadi seorang dokter bukanlah keinginannya.

Beliau sendiri tidak tahan melihat darah. Oleh sebab itu, Iwan memutuskan untuk tidak menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran.

Kemudian Iwan Simatupang lantas pindah ke Jakarta. Selama berada di Jakarta inilah Iwan banyak mengetahui berbagai permasalahan kebudayaan.

Sejak saat itu, Iwan pun aktif menulis di Mimbar Indonesia dan Siasat. Pada tahun 1954, Iwan mendapat beasiswa ke Eropa untuk mendalami ilmu kebudayaan.

Baca Juga :  6 Manfaat Vertikultur, Kamu Perlu Tahu Nih!

Beliau belajar tentang antropologi di Leiden pada tahun 1956,selanjutnya memperdalam drama di Amsterdam pada tahun 1957, kemudian mendalami filsafat di Paris pada tahun 1958. Iwan Simatupang memutuskan untuk kembali ke Tanah Air pada tahun 1958.

Iwan Simatupang mulai terjun dalam bidang tulis-menulis ketika istrinya, Corry meninggal dunia karena penyakit tipus tahun 1960.

Iwan Simatupang terdorong untuk menulis sebuah novel bertajuk Ziarah pada tahun 1960 yang baru diterbitkan pada tahun 1969.

Pada tahun 1961, Iwan Simatupang menulis naskah novel dengan judul Merahnya Merah yang baru diterbitkan pada tahun 1968 oleh Penerbit Djambatan.

Selain menjadi penulis novel, Iwan Simatupang jugapernah bekerja sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Iwan juga bekerja pada sebuah perusahaan mobil dan sebagai wartawan.

Iwan Simatupang meninggal dunia pada tanggal 4 Agustus 1970. Setelah berkarya di bidang sastra selama kurang lebih 40 tahun,beliau mengantongi beberapa penghargaan, yaitu: Hadiah Kedua dari majalah Sastra untuk esai bertajuk Kebebasan Pengarang dan Masalah Tanah Air (1963), Sastra Nasional untuk novel Merahnya Merah (1968) dan Ziarah (1970), Hadiah Yayasan Buku Utama Departemen untuk novel Koong (1975),  Roman ASEAN Terbaik Koong (1977)

Karya

Iwan Simatupang menulis sebanyak empat novel, yakni:

  • Merahnya Merah (1968)
  • Ziarah (1969)
  • Kering (1969)
  • Koong (1975)

Penutup

Itulah biodata Iwan Martua Dongan Simatupang, Novelis, Penyair, dan Esais asal Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : www.kompas.com

You May Also Like

About the Author: Afnan Rafiski