Biodata Semaun, Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia ( PKI )

Biodata Semaun, Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia ( PKI )

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Semaun seorang ketua umum pertama Partai Komunis Indonesia ( PKI ). Penasaran ingin tahu tentang biodata Semaun, simak penjelasannya berikut ini.

 Semaun

Semaun atau dalam ejaan Lama Semaoen adalah Ketua Umum Pertama Partai Komunis Indonesia (PKI). Beliau lahir di desa Curahmalang, kecamatan Sumobito, kabupaten Jombang, Jawa Timur sekitar tahun 1899 dan wafat pada tahun 1971

Semaun adalah anak Prawiroatmodjo, pegawai rendahan, tepatnya tukang batu, di jawatan kereta api. Meskipun bukan anak orang kaya maupun priayi, Semaoen berhasil masuk ke sekolah Tweede Klas (sekolah bumiputra kelas dua)

Selain sekolah di Tweede Semaun memperoleh pendidikan tambahan bahasa Belanda dengan mengikuti semacam kursus sore hari.

Setelah menyelesaikan sekolah dasar, Semaun tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Karena itu, ia kemudian bekerja di perusahaan kereta api  Staatsspoor  Surabaya sebagai juru tulis (klerk) kecil.

Selama bekerja di perusahaan kereta api, Semaun kemudian bergabung dengan Sarekat Islam (SI) afdeeling Surabaya pada tahun 1914.

Satu tahun bergabung dengan Sarekat Islam, Semaun kemudian bertemu dengan Henk Sneevliet pada tahun 1915. Henk Sneevlit merupakan tokoh komunis asal Belanda yang dibuang dari negaranya.

Begitu bertemu dengan Sneevlit, Semaun kemudian diajak bergabung ke dalam Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) yang didirikan oleh Sneevlit.

Sneevlit juga mengajak Semaoen bergabung ke dalam Vereeniging Voor Spoor-en Tramwegpersoneel (VSTP) atau serikat buruh kereta api cabang Surabaya.

Beberapa tahun bekerja di perusahaan kereta api di Surabaya, Semaun kemudian mengundurkan diri pada tahun 1916. Semaoen kemudian pindah ke Semarang karena diangkat menjadi agen propaganda Vereeniging Voor Spoor-en Tramwegpersoneel (VSTP).

Baca Juga :  Manfaat Daun Pepaya. Sayur Murah, Khasiat Melimpah!

Karena pengetahuannya yang luas, pemahaman dalam bahasa Belanda, dan kegigihan untuk terus belajar, Semaun diangkat menjadi agen propaganda Vereeniging Voor Spoor-en Tramwegpersoneel (VSTP) di Semarang.

Di Semarang, Semaun juga diangkat menjadi redaktur surat kabar VSTP berbahasa melayu. Pada usia yang sangat muda, Semaun menjadi tokoh sentral dalam organisasi dan juga seorang jurnalis yang cerdas.

Semaun yang masih menjadi anggota Sarekat Islam juga diangkat menjadi redaktur koran Sinar Djawa-Sinar Hindia.

Pada usia 19 tahun, Semaun kemudian diangkat menjadi anggota dewan pimpinan di Sarekat Islam. Selama di Semarang, Semaun banyak terlibat dalam aksi mogok buruh, seperti pada tahun 1918 dan 1920.

Aksi tersebut berhasil memaksa majikan untuk menaikkan upah buruh sebesar 20 persen dan uang makan 10 persen.

Mendirikan PKI

Di bidang politik, Semaun kemudian bertemu dengan Alimin dan Darsono, Marco, Moesso, dan Misbach. Semaun bersama Alimin, Darsono, Marco, Moesso, dan Misbach kemudian mendirikan Partai Komunis Hindia yang kemudian menjadi cikal bakal Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada tanggal 23 Mei 1920, Semaun dan beberapa tokoh lainnya mengubah Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) menjadi Partai Komunis Hindia yang menjadi cikal bakal Partai Komunis Indonesia (PKI).

Perubahan ISDV menjadi PKI kemudian menjadikan Semaun sebagai ketuanya. Semaoen menjadi ketua pertama PKI.

Pada akhir tahun 1921, Semaun pergi meninggalkan Indonesia untuk pergi ke Moskow dan Tan Malaka menggantikannya sebagai Ketua Umum. Tetapi, setelah Semaun kembali pada tahun 1922, ia mendapatkan kembali jabatannya sebagai ketua PKI.

Pengasingan

Pada tahun 1923, PKI merencanakan demonstrasi besar-besaran menggugat Hindia-Belanda. Aksi tersebut dengan mudah berhasil dihentikan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian Setelah itu, Semaun ditangkap dan diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Belanda. Selama di Eropa, Semaoen kemudian pindah ke Uni Soviet selama 30 tahun.

Baca Juga :  Biodata Ir. Soekarno Presiden Pertama Indonesia

Di Eropa, Semaun menjadi aktivis tapi dalam aksi yang terbatas, beliau juga beberapa kali menjadi pembicara di Perhimpunan Indonesia di Belanda.

Pada saat berada di pengasingan, Semaun juga belajar di Universitas Tashkent di Uzbekistan. Semaun juga aktif di Executive Committee of the Comintern atau Komite Ekskutif Komunis Internasional (ECCI).

Selama di Uni Soviet, Semaun bekerja sebagai pengajar bahasa Indonesia dan penyiar berbahasa Indonesia pada radio di Moscow.

Di Moscow, Semaun pernah diangkat oleh Stalin menjadi pimpinan Badan Perancang Negara (Gozplan) di Tajikistan

Wafat

Setelah masa pengasingannya Semaun kembali ke Indonesia, dan pindah ke Jakarta. Kepulangan Semaun ke Indonesia pada tahun 1953 merupakan inisiatif Iwa Kusumasumantri.

Saat kembali ke Indonesia dalam usia setengah abad lebih, Semaun telah terputus dari PKI, partai yang ia dirikan. Dari tahun 1959 sampai dengan tahun 1961 dia bekerja sebagai pegawai pemerintah.

Semaun juga mengajar mata kuliah ekonomi di Universitas Padjadjaran, Bandung. Semaun akhirnya wafat pada tanggal 7 April 1971 di usia 72 tahun. Semaun kemudian di makamkan di pemakaman keluarga R.A Prawiraatmadja di Pasuruan, Jawa Timur

 

Penutup

Itulah biodata biodata Semaun seorang ketua umum pertama Partai Komunis Indonesia ( PKI ). Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : Kompas.com