Biodata Arief Budiman, Aktivis Demonstran Angkatan 1966

Biodata Arief Budiman, Aktivis Demonstran Angkatan 1966

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Arief Budiman seorang Aktivis Demonstran Angkatan 1966. Penasaran ingin tahu tentang biodata Arief Budiman, simak penjelasannya berikut ini.

Arief Budiman

Nama asli Arief Budiman adalah Soe Hok Djin. Bersama dengan adiknya, Soe Hok Gie, Arief Budiman dikenal sebagai aktivis demonstran angkatan 1966.

Arief Budiman lahir di Jakarta, pada tanggal 3 januari 1941. Ayahnya adalah seorang penulis peranakan Tionghoa, Soe Lie Piet, atau dikenal pula dengan nama Salam Sutrawan. Lahir dari seorang sastrawan, Arief juga banyak terlibat dalam bidang budaya di Indonesia.

Arief menikah dengan Sitti Leila Chaerani yang dinikahinya pada tahun 1967. Dua anaknya yaitu Andrian Mitra Budiman dan Susanti Kusumasari.

Arief pernah memperdalam ilmu di bidang pendidikan di College d’Europe, Brugge, Belgia pada tahun 1964. Beliau menyelesaikan studi di Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia pada tahun 1968.

Arief melanjutkan kuliah lagi di Paris pada tahun 1972, dan meraih Ph.D. dalam bidang sosiologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat pada tahun 1980.

Kembali dari Harvard, Arief mengajar di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) di Salatiga sejak tahun 1985 sampai 1995.

Ketika UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) dilanda kemelut yang berkepanjangan karena pemilihan rektor yang dianggap tidak adil, Arief melakukan mogok mengajar, dipecat, dan akhirnya hengkang ke Australia, serta menerima tawaran menjadi profesor di Universitas Melbourne.

Selain itu, Beliau pernah menjadi redaktur majalah Horison (1966-1972). Sejak tahun 1972-1922 ia menjadi anggota Dewan Penasehat majalah ini.

Baca Juga :  Biodata Maskoen Soemadiredja, Pahlawan nasional Jawa Barat

Beliau pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta (1968-1971). Sejak tahun 1968-1971 ia menjadi anggota Badan Sensor Film.[5]

Arief Budiman dianggap sebagai tokoh Metode Ganzheit sejak Diskusi Sastra pada tanggal 31 Oktober 1968 di Jakarta dan terlibat polemik dengan M.S Hutagalung sebagai perwakilan Aliran Rawamangun.

Arief juga dianggap sebagai tokoh dalam perdebatan Sastra kontekstual sejak Sarasehan Kesenian di Surakarta, pada Oktober 1984. Arief Budiman pernah menghadiri Konferensi PEN Club International di Seoul pada tahun 1970.

Arief sudah aktif dalam kancah politik Indonesia, karena ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan pada tahun 1963 yang menentang aktivitas LEKRA yang dianggap memasung kreativitas kaum seniman.

Kendati ikut melahirkan Orde Baru, Arief bersikap sangat kritis terhadap politik pemerintahan di bawah Soeharto yang memberangus oposisi dan kemudian diperparah dengan praktik-praktik korupsinya.

Pada pemilu tahun 1973, Arief dan kawan-kawannya mencetuskan apa yang disebut Golput atau Golongan Putih, sebagai tandingan Golkar yang dianggap membelokkan cita-cita awal Orde Baru untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis.

Beliau pernah ditahan karena terlibat dalam demonstrasi menentang pendirian Taman Miniatur Indonesia Indah pada tahun 1972.

Arief tak segan memuji tokoh-tokoh yang memiliki sikap dan pandangan yang ia anggap baik untuk Indonesia. Ia tak pandang bulu meski mereka berseberangan pendapat dengannya.

Baginya, konflik dilihat sebagai komunikasi mengadu gagasan. Sebagai intelektual, Arief terlihat sering menggunakan pemikiran strukturalisme untuk menggugat kapitalisme Orde Baru.

Dia kritis mempertanyakan masalah kebijakan pembangunan, kemiskinan, ketidakadilan, dan terabaikannya hak asasi manusia. Kritiknya tetap berlanjut meskipun rezim Soeharto telah berakhir.

Wafat

Arief Budiman meninggal dunia pada Kamis, 23 april 2020. Arief Budiman dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Ken Saras, Kabupaten Semarang, sekitar pukul 12.20 WIB. Penyebab meninggalnya adalah komplikasi dan parkinson yang telah lama dideritanya.

Baca Juga :  Biodata Zuber Usman, Penulis Cerita Pendek dan Perintis Kritik Sastra

Penghargaan

  • Esainya, “Manusia dan Seni”, mendapatkan Hadiah Ketiga majalah Sastra pada tahun 1963.
  • Pada bulan Agustus 2006, Arief Budiman menerima penghargaan Bakrie Award, acara tahunan yang disponsori oleh keluarga Bakrie dan Freedom Institute untuk bidang penelitian sosial.

Beberapa Karya Arief Budiman

  • Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan (skripsi sarjana psikologi UI) (Pustaka Jaya, 1976)
  • Perdebatan Sastra Kontekstual (editor Ariel Heryanto; memuat tulisan Arief Budiman tentang topik ini) (1985)
  • Transmigrasi di Indonesia: Ringkasan Tulisan dan Hasil-Hasil Penelitian (1985)
  • Jalan Demokrasi ke Sosialisme: Pengalaman Chile di Bawah Allende (Desertasi untuk gelar Doktor sosiologi
  • pada Universitas Harvard) (terbit 1986)
  • Pembagian kerja secara seksual: sebuah pembahasan sosiologis tentang peran wanita di dalam masyarakat (Gramedia, 1982)
  • Teori Pembangunan Dunia Ketiga (Gramedia, 1995)

 

Penutup

Itulah biodata Arief Budiman seorang Aktivis Demonstran Angkatan 1966. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

Sumber : id.wikipedia.org