Biodata Bernard Wilhelm Lapian, Pahlawan Nasional Indonesia

Biodata Bernard Wilhelm Lapian, Pahlawan Nasional Indonesia

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Bernard Wilhelm Lapian seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Penasaran ingin tahu tentang biodata Bernard Wilhelm Lapian, simak penjelasannya berikut ini

 Bernard Wilhelm Lapian

Bernard Wilhelm Lapian atau BW Lapian merupakan tokoh Minahasa, yang terkenal dengan julukan pahlawan tiga zaman karena perjuangannya lintas tiga masa yakni masa penjajahan Belanda, penjajahan Jepang hingga zaman kemerdekaan Indonesia.

Bernard Wilhelm Lapian lahir di Kawangkoan,  pada tanggal 30 Juni 1892 dan wafat di Jakarta 5 April 1977 di usianya 84 tahun.

Bernard Wilhelm Lapian menempuh pendidikannya di ELS Amurang dan kursus-kursus setingkat MULO atau sekolah menengah.

Setelah menjalani pendidikan, ia kemudian bekerja di Batavia dengan menulis untuk surat kabar Pangkal Kemadjoean.

Dalam pekerjaannya tersebut, Lapian dapat menunjukkan sikap nasionalisnya untuk membebaskan warga Indonesia dari kolonialisme.

Pada 1924 – 1928, Lapian kemudian mendirikan surat kabar sendiri yang diberi nama Fadjar Kemadjoean, dimana berisi mengenai kesejahteraan rakyat.

Lapian kembali mendirikan surat kabar bernama Semangat Hidoep pada tahun 1940. Isi dari surat kabar itu adalah tentang mengobarkan perlawanan terhadap propaganda kolonial yang mengajak warga Minahasa untuk setia kepada Belanda.

Setelah Perang Dunia II, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Meskipun demikian, Belanda tetap bersikukuh ingin kembali ke Indonesia.

Bahkan, upaya ini juga didukung oleh pasukan Sekutu yang masuk ke Indonesia setelah Jepang mengakui kekalahannya.

Pada tanggal 14 Februari 1946, pasukan KNIL atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda di Manado dibantu oleh pemuda setempat menangkap para perwira KNIL berkebangsaan Belanda.

Pada tanggal 16 Februari 1946, Lapian yang merupakan Residen Manado ditunjuk untuk menjadi kepala pemerintahan Republik Indonesia di Sulawesi Utara.

Baca Juga :  Biodata Aoh Karta Hadimadja

Namun, kepemimpinannya tidak berlangsng lama, setelah Lapian berhasil ditangkap dan dipenjarakan di Manado pada Maret 1946.

Lapian kemudian dipindahkan ke Cipinang, Jakarta pada tahun 1947 dan dibebaskan pada tanggal 20 Desember 1949, setelah Konferensi Meja Bundar.

Kemudian, pada tanggal 17 Agustus 1950, Lapian diangkat menjadi pejabat Gubernur Sulawesi, dengan masa jabatan hingga 1 Juli 1951.

Selama menjabat sebagai gubernur, Lapian membuka dan mengembangkan daerah di sekitar Dumoga sebagai tempat pemukiman dan pertanian. Lapian juga membangun jalan untuk menghubungkan Kotamobagu dan wilayah Molibago.

Wafat

Bernard Wilhelm Lapian wafat pada tanggal 5 April 1977 di Jakarta. Jasadnya kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Bernard Wilhelm Lapian diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 5 Nopember 2015 di Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116-TK-Tahun 2015-4 November 2015.

Bernard Wilhelm Lapian dianugerahi penghargaan Bintang Gerilya pada tahun 1958. Kemudian, di tahun 1976, ia mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Pratama.

Penutup

Itulah biodata Bernard Wilhelm Lapian seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

Sumber : www.kompas.com