Biodata Jacobus Henricus van’t Hoff, Kimiawan Fisika dan Organik Belanda

Biodata Jacobus Henricus van’t Hoff, Kimiawan Fisika dan Organik Belanda

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Jacobus Henricus van’t Hoff seorang kimiawan fisika dan organik Belanda. Penasaran ingin tahu tentang seorang kimiawan fisika dan organik Belanda, simak penjelasannya berikut ini.

Biodata Jacobus Henricus van’t Hoff : 

  • Lahir :  30 Agustus 1852 Rotterdam, Belanda
  • Meninggal :  1 Maret 1911 (umur 58) Steglitz dekat Berlin, Kekaisaran Jerman
  • Kebangsaan :  Belanda
  • Bidang : Kimia fisik dan Kimia organik
  • Institusi : Veterinary College di Utrecht, University of Amsterdam, University of Berlin.
  • Alma mater :  Delft University of Technology, University of Leiden, University of Bonn, University of Paris, University of Utrecht.
  • Dikenal :  Kinetika kimia, stereokimia
  • Penghargaan : Davy Medal (1893), Hadiah Nobel untuk Kimia (1901)

 

Jacobus Henricus van ‘t Hoff adalah seorang kimiawan fisika dan organik Belanda dan pemenang Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1901. Jacobus terkenal karena penemuannya dalam kinetika kimia, kesetimbangan kimia, tekanan osmotik, dan kristalografi/stereokimia. Jacobus juga mendirikan bidang ilmu kimia fisika seperti yang kita kenal sekarang.

Biografi

Jacobus Henricus van ‘t Hoff lahir di Rotterdam, Belanda pada tanggal 30 Agustus 1852. Jacobus ialah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Jacobus Henricus van ‘t Hoff, Sr, adalah seorang dokter, dan ibunya adalah Alida Kolff van’ t Hoff.

Ketika kecil, Jacobus tertarik pada ilmu pengetahuan dan alam, dan sering mengambil bagian dalam kunjungan botani. Pada tahun-tahun awal sekolah, Jacobus menunjukkan minat yang kuat dalam puisi dan filsafat. Ia menilai Lord Byron menjadi idolanya.

Baca Juga :  Kembang Anting Putri Idola Pehobi Bonsai

Jacobus mengawali pendidikan tingggi Pertamanya dengan kuliah di Delft University of Technology pada bulan September 1869, dan belajar sampai tahun 1871, Jacobus lulus ujian terakhirnya pada 8 Juli dan memperoleh gelar dari teknolog kimia.

Jacobus melewati semua program nya dalam dua tahun, meskipun waktu yang diberikan studi tiga tahun. Jacobus lalu kuliah di University of Leiden untuk belajar kimia. Jacobus kemudian belajar di Bonn, Jerman dengan Friedrich Kekulé dan di Paris dengan CA Wurtz. Jacobus menerima gelar doktor di bawah Eduard Mulder di University of Utrecht pada tahun 1874.

Pada tahun 1878, Jacobus menikah dengan Johanna Francina Mees. Mereka mempunyai dua anak perempuan, Johanna Francina (b. 1880) dan Aleida Jacoba (lahir 1882), dan dua putra, Jacobus Henricus van ‘t Hoff III (b. 1883) dan Govert Jacob (lahir 1889).

Jacobus Henricus van’t Hoff meninggal pada tanggal 1 Maret 1911, pada usia 58 tahun, di Steglitz , dekat Berlin, akibat penyakit TBC.

Gagasan penting

Jacobus Henricus van’t Hoff terkenal karena penerbitannya yang membuka zaman baru. Tesis kedoktorannya (1874) berjudul Bijdrage tot de Kennis van Cyaanazijnzuren en Malonzuur (Sumbangan pada Pengetahuan Asam Sianoasetat dan Malonat).

Beberapa bulan sebelumnya, Jacobus telah menerbitkan Voorstel tot Uitbreiding der Tegenwoordige in de Scheikunde gebruikte Structuurformules in de Ruimte (Usulan untuk Pengembangan Rumus Struktur Kimia Tiga Dimensi).

Selebaran kecil ini, terdiri atas 12 halaman teks dan 1 halaman diagram, mendorong perkembangan stereokimia. Konsep “atom karbon asimetris”, yang berhubungan dengan naskah ini, mendukung penjelasan pembentukan sejumlah isomer yang tak bisa dijelaskan dengan menggunakan rumus struktur saat itu.

Jacobus juga sekaligus menekankan perhatian lebih pada hubungan antara aktivitas optik dan kehadiran atom karbon asimetris. Namun gagasan revolusionernya ini baru diakui setelah karya-karyanya, pada tahun 1875 Chimie dans l’Espace-nya (Kimia dalam Ruang) terbit, khususnya saat 2 tahun kemudian, setelah terjemahan Jermannya muncul, dengan pasal pendahuluan dari J. Wislicenus.

Baca Juga :  Biodata Hugo Junkers Penemu Pesawat

Melalui Dix Années dans l’Histoire d’une Théorie (Sepuluh Tahun perjalanan Sejarah Sebuah Teori) ia dihargai walau di saat yang sama Joseph Le Bel telah mengemukakan gagasan ini, meski dalam bentuk yang lebih abstrak.

Sumbangan terbesar

Pada tahun 1884, sejak terbitnya Études de Dynamique chimique (Kajian mengenai Dinamika Kimia), ia memasuki bidang kimia fisika untuk pertama kali. Sumbangan besarnya ialah mengenai pengembangan hukum termodinamika umum pada hubungan antara perubahan tekanan dan pemindahan kesetimbangan sebagai akibat variasi suhu.

Pada volume tetap, kesetimbangan dalam sebuah sistem akan cenderung berubah dalam arah untuk melawan perubahan suhu yang ditentukan pada sistem ini. Demikian pula, penurunan suhu menyebabkan lepasnya panas sedangkan menaikkan suhu menyebabkan penyerapan panas.

Selanjutnya asas kesetimbangan bergerak ini digeneralisasi pada tahun 1885, oleh Henri Louis le Chatelier, yang memperluas asas ini dengan perubahan volume untuk perubahan tekanan yang dipaksakan, kini dikenal sebagai asas van ‘t Hoff-Le Chatelier.

Pada tahun berikutnya, 1885, diikuti dengan L’Équilibre chimique dans les Systèmes gazeux ou dissous à I’État dilué (Kesetimbangan Kimia dalam Sistem Gas atau Larutan yang Ditambah Air), yang berurusan dengan teori larutan yang ditambah air ini.

Di sinilah Jacobus menunjukkan bahwa “tekanan osmotik” dalam larutan yang dicairkan secukupnya sebanding terhadap konsentrasi dan temperatur penuh agar tekanan ini bisa diwakili dengan rumus yang hanya menyimpang dari rumus tersebut untuk tekanan gas yang dilambangkan dengan i.

Jacobus juga menentukan nilai i dengan sejumlah cara, sebagai contoh dengan menggunakan tekanan uap dan Hukum Raoult pada penurunan titik beku. Demikian Jacobus juga bisa membuktikan bahwa hukum termodinamika tak hanya sah buat gas, namun juga buat larutan cair.

Baca Juga :  Biodata Henry Louis Le Chatelier Penemu Prinsip Le Châtelier

Hukum tekanannya, yang diberikan keabsahan umum oleh teori disosiasi elektrolisis Arrhenius (1884-1887) orang asing pertama yang datang untuk bekerja dengannya di Amsterdam (1888)  dianggap sebagai yang terlengkap dan terpenting dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam.

Ketika Jacobus di Berlin dari tahun 1896 sampai 1905 ia terus sibuk pada masalah asal endapan samudera, dengan rujukan khusus yang dibentuk di Stassfurt. Pada kerja yang lebih luas ia dibantu khususnya oleh W. Meyerhoffer, yang sebelumnya telah bekerja dengannya di Amsterdam selama beberapa tahun.

Kemungkinan ialah orang pertama yang menerapkan hasil skala kecil, didapat di laboratorium, pada fenomena yang terjadi pada skala besar di alam. Hasil penyelidikan ambisius ini, kebanyakan diterbitkan di Laporan Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia, diringkaskan dengannya dalam karya 2 jilid Zur Bildung ozeanischer Salzablagerungen.

Penghargaan

Sejumlah medali Jacobus sendiri menyebutkan Hadiah Nobel Kimia (1901) ialah titik kulminasi kariernya. Pada tahun 1885 ia diangkat sebagai anggota Akademi Ilmiah Kerajaan Belanda, setelah nominasinya tak dimasukkan pada tahun 1880 karena jumlah suara yang tak mencukupi, bukti bahwa awalnya gagasannya tak banyak diterima di negerinya sendiri.

Di antara medalinya yang lain ialah gelar doktor kehormatan dari Harvard dan Yale (1901), Universitas Victoria Manchester (1903), Heidelberg (1908), Medali Davy dari Royal Society (1893), Medali Helmholtz dari Akademi Ilmiah Kerajaan Prusia (1911), ia juga diangkat sebagai Chevalier de la Legion d’Honneur (1894), Senator der Kaiser-Wilhelm-Gesellschaft (1911). Ia juga anggota kehormatan Chemical Society, London (1898), Akademi Ilmiah Kerajaan, Gottingen (1892), American Chemical Society (1898), Académie des Sciences, Paris (1905).

Penutup

Itulah biodata Jacobus Henricus van’t Hoff seorang kimiawan fisika dan organik asal Belanda. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : Jacobus Henricus van ‘t Hoff