Biodata Muhammad Mangundiprojo, Pahlawan Nasional Indonesia

Muhammad Mangundiprojo

Biodata Muhammad Mangundiprojo, Pahlawan Nasional Indonesia

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Muhammad Mangundiprojo seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Penasaran ingin tahu tentang biodata Muhammad Mangundiprojo, simak penjelasannya berikut ini

 

Muhammad Mangundiprojo

 

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Raden Muhammad Mangoendiprodjo atau Muhammad Mangundiprojo adalah seorang pahlawan nasional Indonesia.

Muhammad Mangundiprojo adalah seorang pejuang kemerdekaan dan perwira militer Indonesia yang ikut serta dalam Pertempuran Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Muhammad Mangundiprojo lahir di Sragen, pada tanggal 5 Januari 1905 dan wafat di Bandar Lampung, 13 Desember 1988.

Muhammad Mangundiprojo adalah cicit dari seorang keturunan Sultan Demak, Sutodiwiryo atau Kiai Ngali Muntoha.

Muhammad Mangundiprojo lulus dari (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) OSVIA pada tahun 1927.

Setelah lulus dati OSVIA Muhammad Mangundiprojo pernah berprofesi sebagai Pamong Praja, wakil kepala jaksa, dan asisten wedana, di Jombang, Jawa Timur.

Namun setelah Jepang menduduki Indonesia, Muhammad Mangundiprojo bergabung menjadi anggota Pembela Tanah Air (PETA) pada tahun 1944

Muhammad Mangundiprojo mengenyam pendidikan militer di Surabaya. Setelah lulus pendidikan militer di Surabaya, Muhammad Mangundiprojo ditugaskan sebagai Daidancho atau Komandan Batalyon PETA di Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, seluruh anggota PETA menjadi pasukan inti Badan Keamanan Rakyat (BKR).Muhammad Mangundiprojo pernah memiliki jabatan sebagai bendahara BKR Jawa Timur.

Pada tanggal 5 Oktober 1945 BKR ditingkatkan fungsinya kemudian berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Muhammad Mangundiprojo kemudian diangkat menjadi pimpinan TKR.

Operasi militer terbesar Muhammad Mangundiprojo adalah ketikan pasukan Belanda (NICA) tiba di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945.

Baca Juga :  Mengenal Unsur Unsur Tarian Tradisional Nusantara

Muhammad Mangundiprojo bersama Bung Tomo, Dul Arnowo, Abdul Wahab dan Drg Moestopo, memimpin perlawanan terhadap pasukan Sekutu di Surabaya.

Setelah mengakhiri kariernya di dunia militer, Muhammad Mangundiprojo ditugaskan menjadi Bupati Ponorogo periode 1951 – 1955. Semasa menjabat sebagai bupati ia mengamankan Madiun setelah pemberontakan PKI Muso pada tahun 1948.

Pertempuran 10 November

Pada 29 Oktober 1945, pimpinan Sekutu mengadakan pertemuan dengan Mohammad Hatta untuk melakukan gencatan senjata.

Pada pertemuan tersebut Muhammad Mangundiprojo diangkat oleh Jenderal Urip Sumoharjo sebagai pimpinan TKR Divisi Jawa Timur.

Pada hari itu juga Muhammad Mangundiprojo bersama Brigadir Mallaby berkeliling Surabaya untuk memantau kemajuan gencatan senjata.

Rombongan berhenti di Jembatan Merah di depan Gedung Internatio karena melihat tentara Inggris dari kesatuan Gurkha sedang dikepung oleh para pemuda Indonesia untuk diminta menyerah.

Melihat hal ini, Muhammad Mangundiprojo berusaha bernegosiasi. Tetapi Muhammad Mangundiprojo justru disandera oleh tentara Gurkha sampai terjadi bentrok senjata antara Inggris dan pemuda Surabaya.

Akibat pertempuran ini Brigadir Mallaby yang tewas di dalam mobilnya yang terbakar dan meledak. Tewasnya Mallaby ini sontak memicu kemarahan pihak Inggris.

Inggris kemudian melakukan ultimatum kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjata mereka. Tentu saja ultimatum ini ditolak oleh Muhammad Mangundiprojo.

Perbedaan pendapat tersebutlah yang memicu pertempuran padatanggal  10 November 1945. Pertempuran tersebut berlangsung selama 22 hari dan menewaskan 6.315 pejuang anggota TKR.

Setelah Pertempuran Surabaya usai, Muhammad Mangundiprojo dipromosikan menjadi Mayor Jenderal oleh Presiden Soekarno.

Wafat

Muhammad Mangundiprojo kemudian diangkat menjadi menjadi Gubernur pertama Lampung. Muhammad Mangundiprojo wafat di Bandar Lampung pada tanggal 13 Desember 1988 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bandar Lampung.

Baca Juga :  Rekomendasi Produk Tanaman Hias Kekinian

Atas jasa-jasanya Presiden Joko Widodo menganugerahi Muhammad Mangundiprojo gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 7 November 2014.

 

Penutup

Itulah biodata Muhammad Mangundiprojo seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

Sumber : www.kompas.com 

You May Also Like

About the Author: Afnan Rafiski