Faktor-faktor yang Membentuk Kepribadian

Faktor-faktor yang Membentuk Kepribadian

Wacaberita.com – Faktor-faktor yang Membentuk Kepribadian. Manusia sejak dilahirkan terdapat banyak ciri-ciri dalam dirikita, baik ciri-ciri fisik (body build), maupun ciri-ciri faal (body pshycology) tertentu. Ciri-ciri fisik seperti: tinggi pendek, gemuk-kurus, bentuk-bentuk fisik tertentu diturunkan kedua orang tua kita, tetapi kita juga mempunyai ciriciri fisik yang unik (hanya kita sendiri yang punya) yang kita bawa sejak kita lahir. Demikin juga dengan ciri-ciri faal seprti kapasitas otak tertentu, kelengkapan dan kepekaan indra tertentu, dan lain-lain.

Faktor yang lain besar pengaruhnya terhadap kepribadian adalah hasil hubungan kita dengan lingkungan, atau pengalaman. Para ahli membeda kan dua macam pengalaman yang mempengaruhi kepribadian manusia, yaitu :

a. Pengalaman umum (common experience)

Pengalaman umum (common experience) yaitu pengalaman yang dihayati oleh semua anggota masyarakat atau bahkan semua manusia. Setiap masyarakat selalu mempunyai nilai-nilai, prinsipprinsip moral, cara-cara hidup yang dihayati oleh semua anggota masyarakat itu. Kalau sifat itu bersifat universal, seperti menghormati orang tua, maka setiap manusia akan dididik untuk menjadi seperti itu. Pengalamam umum ini menjadi bagian dari seseorang yang sama dengan banyak orang lain disekitarnya.

b. Pengalaman unik (unique experience)

Pengalaman unik (unique experience) setiap orang mempunyai pengalaman-pengalaman yang hanya dialami oleh dirinya sendiri. karena sejak lahir seorang anak sudah membawa ciri-ciri serta kecenderungan-kecenderungan tertentu, maka reaksinya terhadap lingkungan atau reaksi lingkungan terhadap dirinya bersifat khas, unik dan tak ada duanya. Walau kepribadian dapat dimengerti secara sederhana seperti di
atas, ternyata para ahli tidak melakukan pendekatan yang sama. Lebih jelas lagi perbandingan kepribadian antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat Amerika Serikat, Inggris, Jerman ternyata perbedaannya sangat kontras. Demikian pula kepribadian tiap-tiap kelompok masyarakat di Indonesia berbeda-beda Kepribadian bangsa Indonesia itu terlihat jelas dari sikap dan perilakunya yang bersifat kekeluargaan, ramah tamah, gotong royong dan tolong menolong.

Baca Juga :  Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 dan Dasar Hukum Penerapan

Proses pembentukan kepribadian berlangsung melalui berbagai pola sosialisasi nilai-nilai dan norma-norma sosial, yaitu melalui imitasi, identifikasi, sugesti, akulturasi dan sejenisnya. Proses tersebut berlang sung dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat bekerja, dan masyara kat umum. Dengan demikian, pengaruh lingkungan sangat kuat terhadap pembentukan kepribadian.

Ada beberapa macam tipe kepribadian berdasarkan fungsi dan reaksi nya.

a. Berdasarkan fungsinya, terdapat empat tipe kepribadian berikut ini :

  • Kepribadian rasional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh akal sehat.
  • Kepribadian intuitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh firasat atau perasaan kira-kira.
  • Kepribadian emosional, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh perasaan.
  • Kepribadian sensitif, yaitu kepribadian yang dipengaruhi oleh kekuatan panca indera sehingga cepat bereaksi.

b. Berdasarkan reaksinya terhadap lingkungan, terdapat tiga tipe kepribadian yang dipengaruhi berikut ini :

  • Kepribadian ekstrovert , yaitu kepribadian yang bersifat terbuka, berorientasi ke dunia luar, sehingga sifatnya ramah, senang bergaul dan mudah menyesuaikan diri.
  • Kepribadian introvert, yaiti kepribadian yang bersifat tertutup dan berorientasi kepada diri sendiri, sehingga sifatnya pendiam, jarang bergaul, suka menyendiri, dan sukar menyesuaikan diri.
  • Kepribadian ambivert, yaitu kepribadian campuran yang tidak dapat digolongkan ke dalam kedua tipe tersebut di atas oleh karena sifatnya bervariasi.

Bekerja dengan Standar Pelayanan Pribadi dengan Sikap

Dalam kehidupan sehari-hari masalah sikap ini sangat menentukan kepribadian seseorang dalam pergaulan. Dari sikap ini akan diketahui
bagaimana kepribadian seseorang itu, apakah kepribadiannya itu baik atau tidak.

Demikian juga dalam hal kegiatan kantor berjalan lancar sesuai dengan yang dikehendaki / tujuan, apabila pimpinan atau karyawan memiliki kepribadian yang baik apalagi dalam mengadakan hubungan dengan pihak luar (masyarakat), karena pihak luar tersebut turut menentukan perkembangan kehidupan suatu kantor.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 4 Halaman 14 Apa yang dibutuhkan tanaman untuk melakukan proses fotosintesis

a. Kesopanan adalah paling utama

Kesopanan merupakan syarat terpenting dalam pergaulan sehingga tidak bisa dijalankan oleh karyawan yang kasar dan kurang ajar,Jika kesopan an digabungkan dengan kegembiraan serta kejujuran, maka dapat dipasti kan bahwa pekerjaan kita di kantor sangat
berhasil.

b. Mengevaluasi kepribadian

Kerapihan, keberhasilan, dan kesederhanaan berpakaian sangat penting dalam memberikan kesan yang menarik. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh seorang karyawati adalah:

  • Rias rambut dan bermike-up jangan berlebiha-lebihan.
  • Jangan memakai parfum yang merangsang
  • Tangan dan kuku harus terawat dengan baik (kuku jangan dicat sepotong-potong)
  • Sepatu harus menurut mode yang biasa dipakai (jangan yang tidak bertumit atau terlalu tinggi tumitnya dan jangan kelihatan jari-jari kaki yang terbuka)
  • Pakailah perhiasan seperlunya
  • Kenakanlah pakaian dengan warna dan potongan yang sederha na tetapi rapi
  • Jangan memakai sweater, jacket atau kaos dalam ruang kerja.
  • Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang karyawan adalah sebagai berikut :
  • Sebaiknya memakai celana potongan biasa
  • Sepatu berwarna coklat atau warna hitam dan bersih
  • Kaos kaki sesuai dengan warna celana dan dasi
  • Janganlah memakai sepatu yang bagain tumit sudah sangat tipis.
  • Pakaian seragam harus bersih dan terawat baik.
  • Tangan, kuku dan rambut juga harus rapi.

c. Kebiasaan

Biasakanlah melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik, seperti :

  • Mengosok gigi sehabis makan
  • Jagalah nafas agar tidak berbau dan tetap sehat
  • Jangan memegang rambut dan muka selagi bertugas
  • Sisirlah rambut pada waktu tidak bertugas ditempat khusus
  • Hati-hati dalam membuang kotoran (ludah)

d. Usahakanlah Untuk Mengingat Nama-Nama

Untuk suatu sikap yang terpuji untuk menegur orang yang sering kita temui dengan memanggil namanya. Hubungan bisnis lebih baik jika kita berusaha untuk mengingat nama-nama daftar tamu. Memberikan tanggapan yang bersifat menggembirakan atau memuji diperbolehkan, tetapi lebih baik membetasi jasa-jasa yang harus ditawarkan.

Baca Juga :  Jenis-jenis Pesawat Telepon, Klasifikasi, dan Fungsi Tombol

e. Pemberian Keterangan

Dalam pemberian keterangan yang dibutuhkan oleh tamu sebaiknya

  • Diteruskan kepada bagian-bagian yang bertanggung jawab
  • Jangan memberikan jawaban/keterangan melalui telepon jika tidak mengenal suara pembicara, kecuali kalau memang mempunyai wewenang.
  • Pertanyaan-petanyaan yang berkenaan dengan wewenang atasan sebaiknya jangan dijawab.

f. Tamu-tamu Pribadi

Adalah wajar jika teman-teman menegur di kantor kalau mereka ada urusan dinas. Tetapi janganlah mengundang mereka, atau memenuhi keinginan mereka untuk masuk ke tempat pekerjaan kita secara pribadi, hanya untuk berbincang-bincang.

g. Kekuatan Pribadi Sesuai dengan Peran Suara Hati

Setiap karyawan harus mengerti dan bersikap hati-hati dalam tindak tanduk pribadi. Penilaian orang lain kepada suara hati seseorang dipengaruhi banyak faktor, antara lain latar belakang pendidikan nya, agamanya, kebudayaannya, kedewasaan akalnya, pikiran, lingkungan, keadaan sehari-hari dan kedalaman imannya serta ketakwaanya kepada Allah.

Akan tetapi sekalipun seseorang itu sulit ditebak peranan suara hatinya, namun ciri-cirinya akan nampak, diantaranya :

  • Dapat mengendalikan diri
  • Jujur dalam sikap sebenarnya
  • Mampu menahan emosi
  • Tidak campur tangan dalam urusan orang lain
  • Menaruh perhatian kepada orang lain
  • Bertindak, berbuat, dan berkata sesuai dengan kenyataannya
  • Ketakwaannya dan keimanannya kuat
  • Tidak pernah bohong
  • Kebenarannya dalam bertindak dapat dibenarkan menurut pendapat umum
  • Suka menolong orang lain dengan hati ikhlas tanpa pamrih.

You May Also Like

About the Author: Ngabdul Manan