Jenis Alpukat Populer di Indonesia

Jenis Alpukat Populer di Indonesia – Sobat Waca Berita, alpukat disebut-sebut sebagai superfood, karena memiliki banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah yang memiliki nama ilmiah Persea americana ini ternyata memiliki banyak nama di berbagai daerah di Indonesia. Seperti alpuket di Jawa Barat, alpokat di Jawa Timur dan Jawa Tengah, boah pokat, jamboo pokat di Batak, advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat di Lampung.

Alpukat memiliki kulit lembut tak rata berwarna hijau tua hingga ungu kecoklatan, tergantung pada varietasnya. Daging buah alpukat berwarna hijau muda dekat kulit dan kuning muda dekat biji, dengan tekstur lembut.

Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 1920-1930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah & Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan & gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

Selain memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta rasa yang enak, ternyata alpukat juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.

Nah Sobat, berikut adalah beberapa macam alpukat yang populer dan dikembangbiakkan di Indonesia :

Alpukat Mentega

Alpukat Mentega tergolong dalam buah alpukat yang disukai oleh masyarakat Indonesia. Alpukat mentega termasuk ke dalam jenis alpukat unggulan karena memiliki buah dengan daging yang tebal, bertekstur kenyal tak berair, warna kuning pada buahnya tampak bersih tanpa cacat dan serupa dengan mentega.
Buah Alpukat Mentega untuk urusan besar buah memiliki rata-rata sekitar 600 gram per buah. Alpukat Mentega memiliki bentuk membulat dengan bagian pangkal dan ujung agak membulat pula. Ukuran, khususnya panjang buah ini sekitar 13 hingga 17 sentimeter dan diameter buah 10 hingga 14 sentimeter, sedangkan tebal kulit buah hanya 1 mm dan tebal daging buah mencapai 1.9 sampai 2.1 sentimeter. Buah jenis ini tak berbeda dengan alpukat jenis lainnya, meski buah ini memiliki kadar protein 1.37% dan kadar lemak 7.58%. Alpukat Mentega ini dapat berbuah amat rajin sepanjang tahun dan tingkat produksi buah yang berusia dewasa mampu menghasilkan 350 sampai 450 buah per pohon atau sekitar 225 kilogram per pohon.

Baca Juga :  Biodata Bakri Siregar, Sastrawan Indonesia

Alpukat Wina

Alpukat wina adalah jenis alpukat lokal yang dibudidayakan pertama kali oleh kelompok tani di Desa Jetis, Kabupaten Semarang. Pada dasarnya merupakan tipe alpukat mentega dengan warna kulit hijau mengilap dan tebal. Bentuknya agak bulat, ukuran jumbo dengan berat mencapai 1,5 – 2 kg per buah. Dengan rasa nikmat, lembut, gurih, dan sedikit manis, tidak heran jika alpukat wina dinyatakan memiliki kualitas super.

Alpukat Miki

Alpukat miki merupakan salah satu jenis alpukat unggul khusus dataran rendah yang telah dikembangkan oleh Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB dengan peneliti Dr. Sobir dan kawan kawan. Tanaman alpukat miki ini mempunyai buah berukuran besar yang rata-rata mencapai berat 400-600 gram/buah. Buah alpukat miki memiliki tampilan daging buah tebal berwarna kuning dan mempunyai manis tanpa rasa getir.

Selain termasuk jenis alpukat khusus dataran rendah, tanaman alpukat miki ini juga memiliki sifat yang genjah atau mudah berbuah. Tanaman alpukat miki dapat mulai menghasilkan buah pada saat usia 2 – 3 tahun saja, dimana lazimnya tanaman alpukat akan mulai memasuki masa produksi pada usia di atas 5 tahun.

Jenis Alpukat Hass

Alpukat Hass adalah jenis alpukat yang berasal dari Australia. Alpukat yang satu ini diberi nama Hass berdasarkan penemunya, seorang ahli holtikultura bernama Rudolph Hass. Buah alpukat yang satu ini dari bentuk dan warnanya sangat mudah dibedakan dengan jenis alpukat lainnya.

Ada beberapa keunggulan alpukat Hass,

  1. Rasa buah alpukat hass yang sangat lezat
  2. Kandungan minyaknya sangat tinggi
  3. Daging buahnya sangat pulen
  4. Tidak mudah busuk
  5. Harga buahnya yang sangat mahal
  6. Pohon mudah berbuah
  7. Tingkat produktivitas lumayan tinggi
  8. Pasar nasional maupun internasional masih terbuka lebar.

Karena rasa, jumlah panen yang tinggi, dan lamanya proses pembusukan, alpukat ini merupakan jenis alpukat yang paling populer dikonsumsi di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat misalnya, 80% alpukat yang tersedia adalah jenis alpukat Hass. Begitu pula halnya di New Zealand, alpukat jenis ini adalah jenis yang paling banyak ditanam secara luas.

Alpukat Jambon

Alpukat mentega jambon dari sisi pertumbuhan alpukat ini tergolong bongsor, banyak cabang, dan ketika tumbuh tunas baru maka pohon ini serentak dari dahan paling bawah sampai atas, ciri khas varian ini jika bertunas muda berwarna pink dalam bahasa jawa jambon.

Baca Juga :  Biodata Iwan Martua Dongan Simatupang, Novelis, Penyair, dan Esais Indonesia

Dari segi bentuk buah berbentuk oval, yang tak kalah menarik buahnya tahan simpan 5 sampai 7 hari dikarenakan berkulit semi tebal. Dengan berat buah rata-rata 4,5 ons per buah.

Salah satu keistimewaan alpukat ini adalah jika berbuah susul menyusul, jika ada buah yang tua maka dibarengi dengan buah yang masih kecil, berbunga dan bakal bunga.

Alpukat Pluwang

Tanaman alpukat pluwang ini memang dari hari ke hari semakin terkenal saja. Lalu apa yang membuat alpukat ini begitu istimewa?. Tanaman alpukat pluwang ini memiliki keunggulan dengan ukuran buahnya yang super jumbo, bayangkan saja, bobot satu buah alpukat hawai jumbo ini bisa mencapai berat 2 kg/buah lho.

Selain itu, daging buah alpukat pluwang ini tergolong tebal dengan tekstur yang lebih padat. Yang paling istimewa dari alpukat pluwang ini adalah buah alpukat ini menawarkan sensasi rasa yang lebih manis dan lebih gurih jika dibandingkan dengan jenis alpukat lokal lainnya. Perpaduan antara rasa manis dengan gurihnya daging buah alpukat, membuat buah alpukat pluwang ini membuatnya banyak di buru oleh para penghobi.

Ada banyak gelar yang disandang oleh tanaman buah alpukat pluwang ini antara lain alpukat hawai jumbo, alpukat green star dan alpukat pangeran. Secara tampilan, tanaman alpukat pluwang ini hampir sama dengan jenis alpukat lokal lainnya, hanya saja, tanaman alpukat pluwanga ini terkenal dengan postur tubuhnya yang terbilang pendek sehingga sangat mempermudah saat proses panen. Selain itu, salah satu ciri dari buah alpukat pluwang ini adalah kulit buanhya berwarna lebih hijau gelap dan mengkilap. Tanaman alpukat pluwang ini mempunyai daun yang berukuran 3x lipat lebih besar dibandingkan dengan alpukat lokal, bunganya juga mempunyai ukuran yang lebih besar.

Jenis Alpukat Mega Murapi

Ada beberapa kelebihan alpukat Mega Murapi ini. Misalnya, dalam satu pohon bisa menghasilkan 350-450 buah atau setara 180-225 kilogram per pohon setiap tahunnya. Bobot setiap buah 400-600 gram dengan ketebalan daging sekitar dua sentimeter. Rasanya manis, pulen, kering, lembut, warna daging kekuningan seperti mentega, dan warna kulit hijau dengan permukaan kasar.

Alpukat ini juga berbuah terus menerus seperti buah sawo. Bentuk buahnya bulat agak lonjong, tapi bijinya bulat. Cara pembudidayaan terbilang gampang, yakni dengan teknik okulasi atau sambung pucuk. Nah, dari okulasi hingga berbuah memakan waktu sekitar dua tahun. Bandingkan dengan alpukat biasa, yang bisa memakan waktu sampai lima tahun. Tanaman ini pun bisa ditanam di tanah pada ketinggian sampai 600 meter di atas permukaan laut (dpl). Bahkan agak lebih tinggi sedikit dari itu juga masih bisa tumbuh dan berbuah.

Baca Juga :  Biodata Fritz Haber Penemu Proses Ammonia

Jenis Alpukat Kendil

Alpukat Kendil adalah salah satu jenis unggul alpukat yang berasal dari persilangan antara jenis alpukat Kendal dan alpukat Gunung Pati. Alpukat kendil memiliki ukuran yang tergolong jumbo. Berat rata-rata alpukat kendil adalah sekitar 1,7 kg / buah. Buah maksimum bisa berbobot 2 kg / buah.

Buah alpukat kendil memiliki rasa yang lezat, termasuk jenis mentok alpukat. Buah alpukat kendil juga menghasilkan tekstur yang tebal dan pulen. Kelebihan lain dari alpukat kendil adalah daun alpukat kendil juga tidak disukai oleh ulat bulu sehingga bagi Sobat yang takut ulat jangan khawatir.

Alpukat Aligator

Alpukat aligator adalah salah satu varian dari buah Avocado yang cukup unik. Ukurannya buahnya yang besar dan berbentuk kerucut serta bobot buah yang mencapai 1,13 Kg membuat buah ini kerap dijuluki “Giant Avocado”.

Alpukat jenis ini menarik perhatian pecinta buah karena ukurannya yang besar. Tidak hanya posturnya yang besar, buah ini memiliki daging yang tebal. Tidak hanya unggul dalam ukuran, alpukat ini memiliki rasa yang istimewa, karena tidak memiliki rasa pahit. Tekstur buahnya halus dan lembut tanpa serat, menjadikan buah alpukat aligator ini menjadi buruan pecinta buah.

Jenis Alpukat tanpa biji

Sebenarnya alpukat tanpa biji (Persea americana) memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan alpukat berbiji, batang berwarna cokelat dengan daun lonjong berwarna hijau di permukaan atasnya dan kuning kecokelatan di permukaan bawahnya. Bentuk buahnya pun sama dengan alpukat berbiji.

Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya.

Untuk alpukat jenis Persea americana bisa dikembangbiakkan dengan teknik sambung pucuk atau okulasi. Tanaman alpukat tanpa biji lebih efektif ditanam di tanah yang remah, bersifat lempung berpasir dan banyak mengandung unsur hara.

Sobat, Itulah jenis alpukat yang populer dan biasa dibudidayakan serta dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.