Agus Noor

Biodata Agus Noor, Sastrawan Indonesia

Biodata Agus Noor, Sastrawan Indonesia

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Agus Noor seorang Sastrawan Indonesia. Penasaran ingin tahu tentang biodata Agus Noor, simak penjelasannya berikut ini.

Agus Noor

Agus Noor adalah seorang sastrawan asal Indonesia. Agus Noor telah berkecimpung di dunia sastra dengan menulis karya-karya puisi dan prosa. Bersama dengan Ayu Utami, ia menulis naskah Sidang Susila untuk merefleksikan dan mengkritisi Rancangan Undang-Undang Pornografi.

Sastrawan ini lahir pada tanggal 26 Juni 1968 Tegal, Jawa Tengah. Berlatar belakang pendidikan Jurusan Teater, Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta.

Ia dikenal sebagai cerpenis, penulis prosa, dan naskah panggung dengan gaya parodi yang terkadang satir. Monolog Matinya Toekang Kritik merupakan salah satu karyanya yang menertawakan keadaan Indonesia. Naskah ini, kemudian diusung sebagai program Sentilan Sentilun yang ditayangkan oleh stasiun televisi Metro TV.

Selain menulis prosa, ia juga menulis cerpen, karya cerpennya dimuat dalam Antologi Ambang (1992), Lukisan Matahari (1994).

Sedangkan cerpen-cerpennya yang terhimpun dalam antologi bersama, diantaranya Lampor (Cerpen pilihan Kompas, 1994) Jalan Asmaradana (Cerpen pilihan Kompas, 2005) dan Kunang-Kunang di Langit Jakarta (Cerpen Terbaik pilihan Kompas, 2011),Kitab Cerpen Horison Sastra Indonesia (Majalah Horison dan The Ford Foundation, 2002) Dari Pemburu Ke Tapuetik (Majelis Sastra zAsia Tenggara dan Pusat Bahasa,2005).

Buku-buku kumpulan cerpennya yang sudah terbit antara lain, Memorabilia (Yayasan Untuk Indonesia, 1999), Bapak Presiden yang Terhormat (Pustaka Pelajar, 2000), Selingkuh Itu Indah (Galang Press,2001), Rendezvous: Kisah Cinta yang Tak Setia (Galang Press, 2004), Potongan Cerita di Kartu Pos (Kompas, 2006), Sebungkus Nasi dari Tuhan, Sepasang Mata Penari Telanjang, Matinya Toekang Kritik (Lamalera, 2006) dan terakhir Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (Bentang, 2010).

Baca Juga :  Biodata Max Schultze, Penggagas Teori Sel

Beberapa kali Agus Noor meraih penghargaan sastra, diantaranya, pada tahun 1991, memenangkan juara 1 penulisan cerpen pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) I dan mendapat penghargaan sebagai cerpenis terbaik pada Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) IV tahun 1992.

Sementara pada tahun 1999, tiga cerpennya, Keluarga Bahagia, Sebutir Peluru dan Tak Ada Mawar di Jalan Raya mendapatkan anugrah cerpen Indonesia yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta.

Penghargaan yang lain yang pernah Agus raih yaitu karya cerpennya yang berjudul Pemburu oleh majalah sastra Horison, dinyatakan sebagai salah satu karya sastra terbaik yang pernah terbit di majalah itu pada tahun 1990 hingga tahun 2000.

Kemudian cerpennya yang berjudul Piknik mandapat anugrah Kebudayaan 2006 Departemen Seni dan Budaya untuk katagori cerpen.

Cerpenis yang pernah dimasukkan oleh Korie Layun Rampan sebagai sastrawan angkatan 2000 ini, kini tengah menyunting buku antologi Cerpen-cerpen terbaik Indonesia,yang merangkum tentang penerbitan cerpen dari Idrus hingga Seno Gumira Ajidarma.

 

Penutup

Itulah biodata Agus Noor seorang Sastrawan Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : id.wikipedia.org