Biodata Emilio Segrè Penemu Antiproton, Teknetium, Astatine

Biodata Emilio Segrè Penemu Antiproton, Teknetium, Astatine

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Emilio Segrè seorang penemu antiproton, teknetium, astatine. Penasaran ingin tahu tentang penemu antiproton, teknetium, astatine, simak penjelasannya berikut ini.

Biodata Emilio Segrè :

  • Lahir : 1 Februari 1905  Tivoli, Italia
  • Meninggal : 22 April 1989 (umur 84) Lafayette, California, Amerika Serikat
  • Kewarganegaraan : Italia (1905-89), Amerika Serikat (1944-89)
  • Alma mater : Universitas Sapienza di Roma
  • Dikenal sebagai : Penemuan antiproton, Penemuan teknetium, Penemuan astatine
  • Penghargaan : Hadiah Nobel dalam Fisika (1959)

 

Emilio Gino Segrè adalah seorang fisikawan kelahiran Italia dan peraih Nobel yang menemukan unsur-unsur teknetium, astatine dan antiproton, antipartikel sub-atom, yang dengannya dia dianugerahi Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1959.

Dari tahun 1943 sampai 1946 Emilio bekerja di Laboratorium Nasional Los Alamos sebagai pemimpin kelompok untuk Proyek Manhattan. Pada bulan April 1944, Emilio menemukan bahwa Thin Man, senjata nuklir tipe senjata plutonium yang diusulkan, tidak akan berfungsi karena adanya kotoran plutonium-240.

Emilio Segrè Lahir di Tivoli, dekat Roma, pada tanggal 1 Februari 1905. Segrè belajar teknik di Universitas Roma La Sapienza sebelum mengambil fisika pada tahun 1927. Segrè ditunjuk sebagai asisten profesor fisika di Universitas Roma pada tahun 1932 dan bekerja di sana sampai tahun 1936.

Dari tahun 1936 sampai 1938 Segrè menjadi Direktur Laboratorium Fisika di Universitas Palermo. Setelah berkunjung ke Laboratorium Radiasi Berkeley Ernest O. Lawrence, dia dikirimi sepotong molibdenum dari deflektor siklotron laboratorium pada tahun 1937 yang memancarkan bentuk radioaktif anomali.

Baca Juga :  Percantik Dekorasi Ruang Tamu dengan Seni Mozaik

Setelah analisis kimia dan teoritis yang cermat, Segrè dapat membuktikan bahwa beberapa radiasi dihasilkan oleh unsur yang sebelumnya tidak dikenal, yang disebut teknetium, yang merupakan unsur kimia pertama yang disintesis secara artifisial yang tidak terjadi di alam.

Pada tahun 1938, pemerintahan fasis Benito Mussolini mengeluarkan undang-undang anti-Semit yang melarang orang Yahudi masuk universitas. Sebagai seorang Yahudi, Segrè sekarang menjadi seorang émigré yang tidak terbatas. Di Laboratorium Radiasi Berkeley, Lawrence menawarinya pekerjaan sebagai Asisten Riset.

Sementara di Berkeley, Segrè membantu menemukan unsur astatine dan isotop plutonium-239, yang kemudian digunakan untuk membuat bom atom Fat Man jatuh di Nagasaki.

Pada tahun 1944, Segrè menjadi warga negara naturalisasi Amerika Serikat. Sekembalinya ke Berkeley pada tahun 1946, Segrè menjadi seorang profesor fisika dan sejarah sains, yang melayani sampai tahun 1972.

Segrè dan Owen Chamberlain adalah co-head dari sebuah kelompok penelitian di Lawrence Radiation Laboratory yang menemukan antiproton, yang keduanya berbagi Hadiah Nobel Fisika 1959.

Segrè juga aktif sebagai fotografer, dan mengambil banyak foto untuk mendokumentasikan kejadian dan orang-orang dalam sejarah sains modern, yang disumbangkan ke Institut Fisika Amerika setelah kematiannya. American Institute of Physics menamai arsip fotografi sejarah fisika untuk menghormatinya.

Penemuan Teknesium

Penemuan elemen 43 akhirnya dikonfirmasi dalam eksperimen bulan Desember 1936 di Universitas Palermo di Sisilia oleh Carlo Perrier dan Emilio Segrè. Pada pertengahan tahun 1936, Segrè mengunjungi Amerika Serikat, Columbia University pertama di New York dan kemudian Lawrence Berkeley National Laboratory di California.

Segrè membujuk penemu siklon Ernest Lawrence untuk membiarkan dia mengambil kembali beberapa bagian siklotron yang dibuang yang telah menjadi radioaktif . Lawrence mengirimkannya foil molibdenum yang telah menjadi bagian dari deflektor siklotron.

Baca Juga :  Biodata Inge Lehmann Penemu Inti Bumi

Segrè mendaftarkan rekannya Perrier untuk mencoba membuktikan, melalui kimia komparatif, bahwa aktivitas molibdenum memang berasal dari unsur dengan nomor atom 43. Pada tahun 1937 mereka berhasil mengisolasi isotop teknesium-95m dan teknesium-97.

Pejabat Universitas Palermo ingin mereka menamai penemuan mereka ” panormium “, setelah nama Latin untuk Palermo, Panormus. Pada tahun 1947  unsur 43 dinamai sesuai dengan kata Yunani τεχνητός, yang berarti “buatan”, karena ini adalah elemen pertama yang dibuat secara artifisial.

Segrè kembali ke Berkeley dan bertemu dengan Glenn T. Seaborg. Mereka mengisolasi isotop tektonik-99m metastabil, yang sekarang digunakan dalam sekitar sepuluh juta prosedur diagnostik medis setiap tahunnya.

Penutup

Itulah biodata Emilio Segrè seorang penemu antiproton, teknetium, astatine. Semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : en.wikipedia.org & Blog Penemu

 

You May Also Like

About the Author: Afnan Rafiski