Nani Wartabone

Biodata Nani Wartabone, Pejuang Kemerdekaan dari Gorontalo

Biodata Nani Wartabone, Pejuang Kemerdekaan dari Gorontalo

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Nani Wartabone seorang Pejuang Kemerdekaan dari Gorontalo. Penasaran ingin tahu tentang biodata Nani Wartabone, simak penjelasannya berikut ini.

Nani Wartabone

 

Nani Wartabone adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Gorontalo. Nani Wartabone lahir di Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo pada tanggal 30 April 1907.

Ayahnya bernama Zakaria Wartabone merupakan seorang aparat yang bekerja untuk pemerintah Hindia Belanda. Sementara ibunya merupakan seorang wanita keturunan ningrat atau priyayi pada zaman itu.

Jiwa perjuangan dan nasionalisme Nani Wartabone sudah tampak sejak dia masih remaja. Hal itu dilihat dari pandangannya yang keras terhadap Belanda meski ayahnya seorang aparat.

Pada saat anak-anak seusianya tidak mampu untuk mengeyam bangku pendidikan, Nani Wartabone justru mampu bersekolah bahkan sampai ke Pulau Jawa (Surabaya).

Perjuangannya dimulai ketika ia mendirikan dan menjadi sekretaris Jong Gorontalo di Surabaya pada tahun 1923.

Nani Wartabone bersama dengan masyarakat Gorontalo telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia 3 tahun sebelum tanggal 17 Agustus 1945, tepatnya pada tanggal 23 Januari 1942.

Saat tentara sekutu kalah perang di Asia Pasifik oleh Jepang, Belanda berencana membakar gudang-gudang kopra dan minyak yang ada di Gorontalo yang tahu rencana itu langsung menggerakkan rakyat Gorontalo untuk menghalangi dan menggagalkannya.

Dia dan rakyat menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada sebelum Jepang masuk ke Gorontalo. Nani Wartabone bersama rakyat pun bergerak mengepung kota.

Selanjutnya Komandan Detasemen Veld Politie WC Romer dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo menyerah.

Baca Juga :  Biodata Bette Nesmith Graham Penemu Tipp-ex / Liquid Paper

Selesai penangkapan, Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu “Indonesia Raya” di halaman Kantor Pos Gorontalo.

Di hadapan seluruh rakyat, beliau berpidato,

“Pada hari ini 23 januari 1942, kita Bangsa Indonesia yang berada disini sudah merdeka, bebas, lepas dari penjajahan bangsa manapun juga. Bendera kita adalah Merah Putih, lagu kebangsaan kita Indonesia Raya, pemerintah Belanda telah diambil alih oleh Pemerintahan Nasional”.

Akhir Hayat Nani Wartabone

Nani Wartabone menjadi sosok pemimpin Gorontalo. Sejumlah jabatan pernah diembannya. Dia juga memimpin rakyat Gorontalo menumpas pemberontakan PRRI dan Permesta.

Nani Wartabone meninggal dunia justru bukan sebagai pejabat melainkan sebagai petani di desa terpencil. Nani Wartabone meninggal dunia bersamaan dengan azan salat Jumat pada tanggal 3 Januari 1989 di Suwawa, Gorontalo.

Pada peringatan Hari Pahlawan 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Nani Wartabone di Istana Negara, pada tanggal 7 November 2003.

Untuk mengenang jasa-jasanya, Nani Wartabone ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2003. Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tertanggal 6 November 2003.

Untuk mengenang perjuangannya di kota Gorontalo dibangun Tugu Nani Wartabone untuk mengingatkan masyarakat Gorontalo akan peristiwa bersejarah 23 Januari 1942.

Penutup

Itulah biodata Nani Wartabone seorang Pejuang Kemerdekaan dari Gorontalo. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

Sumber : sosok-tokoh.blogspot.com