Kurikulum PAUD 2025: Elemen Capaian Pembelajaran untuk Bangun Karakter dan Jati Diri Anak Usia Dini

Kurikulum PAUD 2025: Elemen Capaian Pembelajaran untuk Bangun Karakter dan Jati Diri Anak Usia Dini

Kurikulum PAUD 2025 kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini melalui penyusunan elemen-elemen capaian pembelajaran yang lebih terarah dan komprehensif. Elemen tersebut dirancang untuk membentuk kemampuan dasar anak sesuai tahapan perkembangan, mulai dari nilai agama, akhlak mulia, jati diri, hingga kemampuan fisik motorik. Penyempurnaan ini bertujuan memastikan setiap anak memiliki kesiapan optimal untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Kurikulum PAUD menetapkan elemen-elemen pembelajaran yang menjadi dasar penguatan kemampuan anak usia dini. Elemen-elemen tersebut disusun berdasarkan perkembangan anak yang mencakup nilai agama dan akhlak mulia, nilai Pancasila, fisik motorik, kognitif, bahasa, dan sosial emosional, serta selaras dengan dimensi profil pelajar Pancasila. Setiap elemen dirumuskan secara konseptual agar dapat diterapkan dalam kegiatan belajar yang kontekstual dan relevan bagi anak.

Salah satu elemen penting dalam Kurikulum PAUD adalah Elemen Nilai Agama dan Budi Pekerti. Pada aspek nilai agama, kurikulum menekankan kemampuan anak dalam mengenal konsep hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, serta membiasakan praktik ibadah sesuai agama atau kepercayaan masing-masing. Sementara itu, elemen budi pekerti menekankan perilaku akhlak mulia seperti kasih sayang, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Penguatan karakter ini membantu anak membangun sikap menghargai sesama, memahami perbedaan, dan menjaga lingkungan sebagai ciptaan Tuhan.

Lingkup nilai agama juga mencakup rasa syukur yang diimplementasikan melalui kebiasaan menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan diri. Konsep ini sejalan dengan tujuan dasar kurikulum, yakni membangun kesadaran anak bahwa dirinya berharga dan memiliki tanggung jawab terhadap dirinya, orang lain, serta lingkungan.

Elemen berikutnya adalah Elemen Jati Diri, yang mencakup identitas diri, sosial emosional, dan fisik motorik. Identitas diri pada konteks PAUD meliputi kemampuan anak mengenali karakteristik dirinya seperti gender, agama, dan sosial budaya. Anak juga diarahkan untuk memahami bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga, negara, dan dunia. Penguatan identitas ini menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan diri dan rasa bangga terhadap dirinya.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 4 Halaman 116 Apakah menurut kalian yang membuat benang terasa bergetar

Pada aspek sosial emosional, kurikulum menekankan pentingnya kematangan emosi dan kemampuan sosial anak agar mampu mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Anak yang matang secara emosional akan lebih mudah berinteraksi, mengelola perasaan, serta membangun hubungan yang sehat dengan teman dan lingkungan. Kematangan sosial ini juga membuat anak memahami bahwa ia memiliki peran dalam kelompok, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Dalam dimensi fisik motorik, Kurikulum PAUD memfokuskan pengembangan motorik kasar, halus, dan taktil. Motorik kasar memungkinkan anak bergerak aktif dan mandiri, sementara motorik halus mendukung aktivitas seperti menggambar, memegang alat tulis, atau meronce. Motorik taktil membantu anak mengenali berbagai tekstur dan benda melalui indera peraba. Ketiganya sangat penting untuk melatih kemandirian dan kesiapan anak dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.

Pertimbangan konseptual dalam penyusunan elemen-elemen jati diri ini bertujuan agar anak mampu membangun kesadaran bahwa dunia tidak hanya berpusat pada dirinya. Anak diajak belajar berbagi, berinteraksi, dan menyadari perannya sebagai bagian dari komunitas yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan dan memunculkan kebiasaan baik sejak dini.

Kesimpulan
Kurikulum PAUD 2025 memberikan arah yang lebih jelas dalam penguatan nilai agama, budi pekerti, identitas diri, sosial emosional, dan fisik motorik. Elemen-elemen capaian pembelajaran tersebut dirancang untuk membangun fondasi karakter, kemandirian, serta kemampuan dasar anak usia dini. Dengan penguatan ini, anak diharapkan tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, rasa percaya diri, serta kesiapan sosial untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Artikel Terkait