Bagaimana kita bisa mengubah nada dan intensitas dari bunyi? Kita bisa mengubah nada dan intensitas bunyi dengan cara mengatur frekuensi dan amplitudo dari getaran sumber bunyinya. Berikut penjelasannya:
1. Mengubah Nada (Tinggi–Rendah Bunyi)
Nada ditentukan oleh frekuensi getaran.
-
Frekuensi tinggi → nada tinggi (melengking)
-
Frekuensi rendah → nada rendah (berdengung)
Cara mengubah nada:
-
Mengencangkan atau mengendurkan senar pada gitar/biola → senar yang kencang bergetar lebih cepat, menghasilkan nada lebih tinggi.
-
Mengubah panjang kolom udara, misalnya pada seruling → lubang yang dibuka atau ditutup mengubah panjang udara yang bergetar.
-
Mengubah massa atau ketebalan benda yang bergetar, misalnya drum kecil menghasilkan nada lebih tinggi daripada drum besar.
Kesimpulan: Nada berubah ketika kecepatan getaran (frekuensi) berubah.
2. Mengubah Intensitas Bunyi (Kuat–Lemah Bunyi)
Intensitas bunyi ditentukan oleh amplitudo getaran.
-
Amplitudo besar → bunyi keras
-
Amplitudo kecil → bunyi pelan
Cara mengubah intensitas:
-
Memukul lebih kuat atau lebih pelan pada drum/alat musik.
-
Meniup lebih kuat pada seruling atau recorder.
-
Mengeraskan atau mengecilkan suara saat berbicara.
-
Mengatur volume pada perangkat elektronik (speaker, TV).
Kesimpulan: Intensitas berubah ketika besar-kecilnya getaran (amplitudo) berubah.
Ringkasnya:
-
Nada ditentukan oleh frekuensi getaran (cepat-lambat getaran).
-
Intensitas ditentukan oleh amplitudo (besar-kecilnya getaran).
