Biodata Slamet Sukirnanto, Sastrawan Indonesia

Biodata Slamet Sukirnanto, Sastrawan Indonesia

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Slamet Sukirnanto seorang Sastrawan Indonesia. Penasaran ingin tahu tentang biodata Slamet Sukirnanto, simak penjelasannya berikut ini.

Slamet Sukirnanto

Slamet Sukirnanto adalah seorang sastrawan  asal Indonesia.Beliau termasuk kedalam Sastrawan  angkatan tahun 1966.

Sastrawan ini lahir di Solo, pada tanggal3 Maret 1941. Slamet Sukirnanto menikah dengan Siti Balkis dari Minang dan dikaruniai 3 putra dan 3 putri, yakni Wisnu Broto, Fajar Sidiq, Suhirmanto, Laria Wahyuni, Sri Tuti Handayani, dan Aprini Wulandari.

Slamet Sukirnanto telah menerbitkan karya-karya sastranya, termasuk tulisan tentang seni rupa maupun teater. Pada masa mudanya, beliau pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sebagai wakil dari mahasiswa.

Selama menjadi mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia beliau selalu aktif dalam aksi demonstrasi-demonstrasi menumbangkan Orde Lama pada tahun 1966.

Dalam suasana demonstrasi seperti itu terbit kumpulan sajaknya dalam bentuk stensilan, Jaket Kuning (1967). Untuk beberapa tahun dia menjadi anggota DPRGR dan MPRS sebagai wakil mahasiswa (1967-1971).

Kemudian, pada tahun 1974, Slamet Sukirnanto dikenal sebagai “Jaksa Penuntut Umum” pada Pengadilan Puisi di Bandung.

Pada awalnya Slamet Sukirnanto akrab dengan seni lukis, nsmun ketika duduk di bangku SMA ia kemudian tertarik pada drama.

Hal ini dipengaruhi saat W.S. Rendra waktu itu di Solo sedang giat-giatnya berteater. Di SMA pada tahun 1962, bersama Salim Said, Slamet mendirikan grup Teater Margoyudan.

Slamet Sukirnanto juga bergaul dengan Mansur Samin yang tergabung dalam HPSS (Himpunan Peminat Sastra Surakarta).

Pergaulan dengan para penyair itu lalu membangkitkannya untuk menulis. Dorongan lain yang membawanya menjadi penulis adalah faktor kemanusiaan di mana dia sering menyaksikan ketimpangan sosial dalam masyarakat.

Baca Juga :  Jawaban Bacaan Perpindahan Panas atau Kalor

Puisi Kere Hati merupakan refleksi keinginan mencari jawaban hidup tatkala dia melihat kemiskinan yang mendera rakyat kecil.

Ayah angkatnya merupakan seorang tukang batu dan ibunya adalah tukang buruh cuci. Mereka sangat memperhatikan kebutuhan rohani Slamet. Sehingga, meskipun hidup dalam penderitaan, kebutuhan akan bacaan dipenuhi oleh orang tuanya, sehingga koleksi buku mencapai dua lemari.

Secara spiritual, Slamet sangat bahagia.Beliau banyak belajar dari membaca karya Chairil Anwar, Amir Hamzah, dan Sanusi Pane.

Akantetapi belajar teknik yang mendetail dari almarhum Hartojo Andangdaja. Semua puisi yang pernah ia tulis dekat dengan alam. Karena kadang-kadang Slamet kehilangan kepercayaan pada manusia.

Kumpulan sajak Slamet Sukirnanto, antara lain :  Putih (1967), Gema Otak Terbanting (1974), Bunga Batu (1979), Catatan Suasana (1982), Luka Bunga (1992), Gergaji (2001), dan Perjalanan Pulang (2003).

Buku-buku tersebut diterbitkan oleh Balai Pustaka. Bersama Ikranagara dan Wahyu Sihombing, ia menjadi editor buku Pertemuan Teater (kumpulan esei, 1980).

Bersama Taufiq Ismail dan Sutardji Calzoum Bachri, beliau menjadi editor buku Mimbar Penyair Abad 21 (1996). Sejak tahun 1999 ia menjadi Anggota Mastera Indonesia hingga tahun 2004.

Karir

  • Pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (1964)
  • Anggota DPRGR dan MPRS sebagai wakil mahasiswa (1967-1971)
  • Pendiri KNPI dan Pengurus DPP KNPI (1978 -1982)
  • Ketua Majelis Kebudayaan pada Pimpinan Pusat Muhammadiyah (1990)
  • Ketua Bidang Pengembangan Kebudayaan pada ICMI DPP Jakarta (1991)
  • Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta (1993-1996)

Penutup

Itulah biodata Slamet Sukirnanto seorang Sastrawan Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : id.wikipedia.org

You May Also Like

About the Author: Afnan Rafiski