Saham Naik atau Turun

Saham Naik atau Turun, Ini dia Ciri-cirinya

Diposting pada

Saham Naik atau Turun, Ini dia Ciri-cirinya  –  Inti dari trading saham  adalah membeli saham dan menjualnya kembali pada harga yang lebih tinggi. Dengan begitu, sobat wacaberita dapat memperoleh profit atau capital gain. Oleh karena itu, dengan menganalisis hal itu, kamu harus bisa membedakan saham yang memiliki potensi untuk naik, dan juga saham yang kemungkinan akan turun. Sampai dengan  saham yang sulit naik dalam jangka waktu tertentu.

Mengenal dan memahami ciri-ciri saham bagus untuk investasi dan trading demi menumbuhkan portofolio dalam jangka panjang adalah skill yang penting untuk dikuasai. Pada dasarnya, ada beragam  analisis yang bisa sobat gunakan untuk mengetahui ciri-ciri harga saham yang akan naik atau turun. Namun dalam trading, kamu harus dapat menemukan sendiri cara yang paling Mudah dan Praktis dalam Praktek yang sesungguhnya.  

Kamu bisa belajar analisa teknikal atau analisa fundamental saja. Namun namun pemahaman tentang ciri-ciri saham harus kamu miliki. Dengan mengenal dan mengetahui ciri-cirinya kamu akan lebih mudah mendapatkan saham-saham yang dapat memberikan kamu profit lebih besar. Berikut ini adalah Ciri –cirinya

Baca Juga : Contoh Nama Domain Yang Bagus

Ciri-Ciri Saham Naik atau Turun

Ciri-ciri Saham  Akan Naik

Bullish Engulfing

Bullish Engulfing adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris. Istilah ini memiliki arti memeluk. Pada pola Bullish Engulfing biasanya diidentifikasikan sebagai pola pembalikan atau reversal dari down trend dengan dua warna  yang berbeda pada body candlelistiknya yang solid.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Menabung Emas Melalui Pegadaian

Dalam menentukan pola bullish engulfing, Sobat wacaberita harus memperhatikan pola  kecenderungan pada down trend yang sedang berlangsung. Biasanya pada dasar pola tersebut sobat wacaberita akan menjumpai candle merah yang terbentuk terlebih dahulu. Namun pada hari berikutnya, akan berbentuk candle hijau yang meliputi seluruh tubuh dari candle merah tersebut.

Bullish Harami

Bullish Harami adalah istilah yang berasal dari bahasa Jepang  yang memiliki arti hamil. Pola Bullish Harami adalah bentuk candlestick ganda yang mengidikasikan pola pembalikan dari down trend berbalik menjadi naik. Bullish harami juga bisa di artikan sebagai pola ketidakpastian, Biasanya pola ini terbentuk dari pola kecenderungan down trend dan ini merupakan sebuah sinyal kemungkinan untuk naik.

Bullish Harami Cross

Tidak jauh berbeda dengan pola Bullish Harami, Harami cross juga menunjukan pembalikan arah dari down trend berbalik menjadi naik. Perbedaanya hanya pada candle ke 2 nya yang membentuk tanda  + .

Piercing Line

Pola ini hampir sama dengan pola Bulish Engulfing, yaitu pembalikan dari down trend menjadi up trend. Dan jika pola ini terjadi kamu harus konfirmasi terlebih dahulu sebelum membeli saham. Dan piercing line sendiri dalam bahasa inggris berarti menindik.

Baca Juga : Review Hosting Indonesia Terbaru 2021

Homing Pigeon

Homing Pigeon memiliki bentuk yang hamper serupa dengan pola bullish harami. Untuk mengidentifikasinya pun sama dengan bullish harami. Yaitu sebuah pola ketidakpastian akan arah pasar. Homing pigeon merupakan pola kemungkinan pembalikan arah dari down trend menjadi uptrend, dan tetap membutuhkan konfirmasi untuk membelinya.

Itulah 5 Pola Saham yang memiliki kecenderungan untuk naik. Dan beriutnya adalah Ciri-ciri saham akan turun. Diantaranya adalah

Ciri-Ciri Saham Akan Turun

Penurunan Volume Trading

Jika kamu menemukan harga suatu saham mengalami kenaikan pesat dan ramai diperjualbelikan dalam beberapa hari, kemudian sampai pada suatu waktu ketika volume trading berkurang signifikan, maka perlu mewaspadai kemungkinan harga saham ini akan menurun.

Baca Juga :  Cek Yuk, Cara Pinjam Uang di Bank BRI

Akan tetapi, ciri ini hanya akan nampak pada saham-saham likuid yang harganya telah melesat saja. Kamu tidak bisa menggunakan patokan ini untuk mendeteksi sinyal penurunan dari saham-saham yang sejak awal minat beli dan minat jual pasarnya rendah.

Baca Juga : Apa Itu Reksadana? Yuk Kenali Pengertian dan Jenisnya

Peningkatan Selisih Volume Bid-Ask (Offer) Terlalu Besar

Volume Bid dan Ask (Offer) mewakili keinginan investor dan trader di pasar saham untuk membeli atau menjual suatu saham. Dalam hal ini, jika jumlah volume saham yang ingin dijual (Offer) melonjak hingga jauh lebih tinggi dibandingkan volume saham yang ingin dibeli (Bid), maka ada kemungkinan harga saham akan menurun. Akan tetapi, apabila yang terjadi adalah sebaliknya (volume Bid melonjak) maka itu kemungkinan besar bukan tanda-tanda harga saham akan naik, karena bisa saja termasuk permainan bandar menggoreng saham.

Harga Telah Mencapai Level Resisten Teknikal

Secara teknikal, pada grafik harga setiap saham, kita bisa menyaksikan level harga tertentu yang berfungsi semacam “atap” atau “batas atas” bagi pergerakan harga. Itulah yang dinamakan level resisten. Nah, setelah harga mencapai level-level resisten semacam itu, jangan tergiur untuk memborong saham karena ada kemungkinan bakal berbalik turun. Demikian adalah Ciri-Ciri Saham Akan Naik atau Turun, semoga bermanfaat.

Penelusuran Terkait : saham gorengan 2021, saham gorengan hari ini, daftar saham gorengan 2020, saham-saham gorengan 2021, daftar saham gorengan 2021, saham gorengan terbaik 2021, daftar saham gorengan terbaik 2020, 41 saham gorengan