Jenis Bunga Teratai Terpopuler di Dunia

Jenis Bunga Teratai Terpopuler di Dunia – Sobat Waca Berita, pada artikel kali ini kita kan membahas tentang jenis bunga teratai yang populer di dunia.

Teratai adalah bunga yang tumbuh subur di atas permukaan air yang tenang seperti rawa, danau, atau kolam.

Teratai dapat berkembang biak sendiri meski hanya ditaruh satu bunga dalam suatu lokasi.

Teratai yang memiliki nama latin Nymphaea adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae.

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily, sedangkan di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo atau lotus.

Sobat, ada sekitar 50 varietas atau jenis bunga teratai yang tersebar di seluruh dunia.

Beberapa jenis bunga teratai yang paling banyak dijumpai diantaranya:

Teratai Nymphaea caerulea

Teratai Nymphaea caerulea adalah jenis teratai yang berwarna biru.

Nama lain juga disebut dengan lotus biru, lotus Mesir biru, blue waterlily atau bunga biru yang suci.

Bunga teratai ini memiliki warna biru sedikit keunguan, memiliki bentuk khas teratai.

Teratai Nymphaea caerulea memiliki benang sari kuning yang lumayan banyak.

Ukuran diameter bunganya adalah sekitar 10 hingga 15 cm.

Jenis ini memiliki hal unik, yaitu siklus mekarnya.

Jika pagi hari, bunganya akar mekar dan muncul ke permukaan air, lalu kuncup dan tenggelam pada sore harinya.

Baca Juga :  Biodata Charles Friedel Penemu Rumus Sintesa (Reaksi Friedel-Crafts)

Teratai Nymphaea heudelotii

Teratai Nymphaea heudelotii adalah jenis teratai yang memiliki bunga berwarna ungu muda yang memiliki campuran warna kuning pada bagian tengah bunganya.

Teratai Nymphaea heudelotii memiliki batang yang agak panjang sehingga bunganya tidak bersentuhan langsung dengan permukaan air.

Sedangkan pada daunnya, masih terlihat sama seperti daun teratai pada umumnya, hanya saja sedikit berbeda di warna dan ukuran daunnya yang berwarna hijau pucat sedikit kecoklatan dan ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Teratai Victoria Amazonica

Teratai Victoria Amazonica adalah jenis bunga teratai yang memiliki ukuran sangat besar.

Hal tersebut bisa terlihat dari ukuran daunnya yang bisa memiliki diameter hingga 3 meter.

Jenis ini bisa tumbuh di perairan dengan kedalaman hingga 8 meter.

Tak heran, jenis ini disebut dengan teratai raksasa.

Asal jenis ini tentu dapat dengan mudah ditebak dari namanya, yakni sungai Amazon.

Salah satu sungai terpanjang di dunia ini memang dikenal sebagai tempat tinggal bagi berbagai jenis mahluk hidup dengan ukuran besar, mulai dari flora hingga fauna.

Teratai Nymphaea calliantha Conard

Teratai Nymphaea calliantha Conard memiliki warna ungu.

Nymphaea calliantha Conard merupakan jenis teratai yang berasal dari Afrika.

Jenis ini tidak hanya berwarna ungu saja, akan tetapi juga memiliki warna pink tua atau biru.

Jika sudah mekar, bunganya bisa memiliki ukuran sekitar 15 cm.

Jenis Bunga Teratai Nymphaea colorata

Teratai Nymphaea colorata merupakan jenis teratai yang berasal dari Afrika Timur.

Pada awal abad ke-19 seorang bernama A. Peter menemukan jenis ini untuk pertama kalinya.

Jenis ini memiliki warna biru tua bercampur dengan ungu.

Bunganya memiliki jumlah kelopak sekitar 13 hingga 15 buah dengan bentuk mirip dengan teratai pada umumnya.

Baca Juga :  Cara Menanam Bunga Teratai di Kolam

Jenis Bunga Teratai Nymphaea Gigantea Violacea

Teratai Nymphaea Gigantea Violacea memiliki warna putih bercampur dengan warna ungu pada ujung kelopak bunganya.

Jenis ini berasal dari Australia dan Papua New Guinea.

Teratai Nymphaea Gigantea Violacea termasuk ke dalam jenis teratai yang hidup di wilayah tropis dan sub-tropis.

Daunnya memiliki ukuran yang lumayan besar, diameternya bisa mencapai 75 cm.

Itulah mengapa nama jenis ini mengandung kata “Giga-ntea”.

Teratai Nymphaea elegans

Teratai Nymphaea elegans merupakan jenis yang dapat dengan mudah ditemui di Amerika Serikat seperti di kawasan negara bagian Texas, Florida, Louisiana.

Teratai Nymphaea elegans juga dapat ditemui di Meksiko dan Kolombia.

Klasifikasi jenis teratai ini termasuk ke dalam kingdom plantae, kelas Angiosperms, ordo Nymphaeales, keluarga Nymphaeaceae, genus Nymphaea, dan N. Elegans.

Teratai Nymphaea alba

Teratai Nymphaea alba mempunyai beberapa julukan, yaitu dikenal dengan nama bunga teratai putih, European white waterlily, white nenuphar dan white water rose.

Tempat hidupnya di perairan tenang dengan kedalaman berkisar 30 hingga 150 cm.

Teratai Nymphaea alba memiliki benang sari dan kelopak bunga yang berwarna putih cerah menjadikan kombinasi yang indah.

Tak heran, jenis ini banyak digemari.

Teratai Nymphaea alba banyak ditemukan di Timur Tengah, Afrika Utara dan Eropa.

Jenis Bunga Teratai Nymphaea ampla

Teratai Nymphaea ampla merupakan jenis teratai yang tumbuh di kawasan Benua Amerika seperti Karibia, Meksiko, Texas, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Sekilas jenis ini mirip dengan jenis Alba, hanya saja daunnya yang sedikit berbeda.

Jenis ini mempunyai bentuk daun yang bergerigi lancip serta mempunyai semacam lapisan putih menyelimuti daunnya.

Bentuk fisik daunnya berdiameter 15 hingga 45 cm, sedangkan diameter bunganya memiliki ukuran 7 hingga 18 cm.

Baca Juga :  Biodata Marah Roesli, Sastrawan Indonesia

Tiap tiap kelopak bunga dari jenis ini memiliki bentuk yang terlihat oval meruncing.

Teratai Nymphaea flavovirens

Ciri khas Teratai Nymphaea flavovirens adalah bunganya memiliki kombinasi putih dengan kuning.

Bentuknya masih seperti bunga teratai pada umumnya.

Posisi bunga berada lebih tinggi dari permukaan air karena memiliki tangkai yang lumayan panjang.

Jenis Bunga Teratai Nymphaea Jamesoniana

Teratai Nymphaea Jamesoniana memiliki bentuk serta warna yang berbeda dari jenis teratai pada umumnya.

Hal tersebut menjadi ciri khas dari teratai jenis ini, karena umumnya kelopak teratai itu tipis, namun berbeda dengan jenis ini.

Tiap kelopaknya terlihat seperti melebar ke samping dan terlihat lebih tebal.

Teratai Nymphaea capensis

Awalnya, Teratai Nymphaea capensis berasal dari kawasan tropis benua Afrika.

Namun setelah itu menyebar ke kawasan tropis lain seperti Florida, Australia, dan kawasan tropis lainnya.

Jenis ini lebih bisa bertahan hidup di daerah yang jarang terjadi hujan, bahkan bisa juga bertahan hidup di sungai atau rawa yang kering.