Jenis-jenis Mesin Hitung dan Penggunaan Mesin Hitung

Jenis-jenis Mesin Hitung dan Penggunaan Mesin Hitung

Wacaberita.com – Jenis-jenis Mesin Hitung dan Penggunaan Mesin Hitung. Dari buku Penjualan BAB II Menyiapkan dan Mengoperasikan Peralatan Transaksi di Lokasi Penjualan, Mempersiapkan dan Mengoprasikan Alat Hitung SMK Halaman 77-80 Jenis-jenis Mesin Hitung dan Penggunaan Mesin Hitung.

Mempersiapkan dan Mengoprasikan Alat Mesin Hitung

Didalam dunia perdagangan penggunaan alat hitung sangat diperlukan.Secara umum alat hitung ini digunakan untuk melakukan perhitungan dasar,yaitumenambah,mengurang,mengalikan dan membagi Karena fungsi dasar itulah yang sering dipakai dalam dunia perdagangan.tetapi banyak barang dagangan yang dapat dihitung dengan cara menghitung banyaknya satuan atau unit barang antara lain:

a. makanan, seperti kue, makanan dalam kaleng, berbagai jenis bahan makanan yang telah dikemas dalam plastik atau karton (walaupun dalam kemasan itu sudah dihitung dengan ukuran berat dan sebagainya).

b. minuman, seperti berbagai jenis minuman yang dijual dalam kemasan gelas plastik,botol plastik/beling, maupun kaleng, makanan (walaupun dalam kemasan itu sudah dihitung dengan ukuran cc).

c. pakaian,sepertibaju,celana,blus,rok,sepatu,kaoskaki,stocking pakaian dalam.

d. barang elektronik, seperti radio, tv, stereo set, lemari es, kipas angin, ac dan lain-lain.

A. Jenis-jenis mesin hitung

Mesin hitung dapat kita golongkan dalam berbagai jenis dengan berbagai cara yaitu:

1. Dilihat dari kemampuannya ; mesin jumlah (adding machine) dan mesin hitung (calculating machine) atau kalkulator.

2 Dilihat dari sumber tenaganya: mesin hitung tangan (manual) dan mesin hitung listrik (electric);

3. Dilihat dari cara kerjanya : mesin hitung mekanik dan elektronik;

4. Dilihat dari jumlah kuncinya : mesin berkunci 10 (ten keys) dan berkunci banyak (full keys); dan

5. Dilihat dari segi penyajian hasil disebut mesin hitung pencetak (printing), jika mesin tersebut dapat mencetak angka-angkanya, dan tidak mencetak (non printing) bila tidak menggunakan pita kertas hitung (tally roll).

Baca Juga :  Unsur-Unsur Pelayanan Prima dari Buku Penjualan Untuk SMK

Di bawah ini diberi penjelasan singkat mengenai tiap-tiap jenis mesin hitung:

  • Mesin jumlah (adding mechine)

Dengan mesin jumlah anda dapat menjumlah, mengurang dan mengalikan secara sederhana. Anda dapat pula memperoleh jumlah negatif (kredit)

  • Mesin hitung atau kalkulator

Dengan mesin hitung atau kalkulator anda dapat menjumlah, mengurangi, mengalikan dan membagi, sedang dengan kalkulator elektronik, anda dapat menambah, mengurang, mengalikan membagi, juga menarik akar, menghitung persen, mencari sinus, kosinus dan sebagainya, tergantung dari kemampuan yang telah diprogramkan untuk mesin yang bersangkutan. Yang kita sebut komputer adalah jenis mesin hitung dengan kemampuan yang sangat besar.

  • Mesin bekerja secara mekanik, jika dalam bekerjanya terjadi gerakkan dalam peralatannya. Tenaga itu diperoleh dari tenaga otot tangan/lengan, atau dari listrik.
  • Mesin bekerja secara elektronik, jika dalam bekerjanya tidak terdapat gerakan pada peralatannya. Peralatan di dalam mesin tersebut terdiri dari komponen-komponen elektronik.
  • Mesin berkunci 10 (ten keys), mempunyai 10 buah kunci angka (01 s/ 9) di samping kunci-kunci yang lain.
  • Mesin berkunci banyak (full keys), mempunyai beberapa deret kunci angka 1 sampai dengan 9 dalam setiap deret, disamping kuncikunci yang lain. Banyak deret tersebut sama dengan kapasitas angka (digits)
  • Mesin pencetak (printing = listing) dapat mencetak angka-angka dan hasikl hitungan pada pita kertas hitung (tally roll).
  • Mesin hitung yang tidak mencetak, (non printing atau non listing) tidak memberikan suatu bukti hasil perhitungan secara tertulis (hitam di atas putih) tetapi hasil hitunganya dapat dilihat pada display (layar) atau register (pencatat).

B. Penggunaan mesin hitung

Hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Untuk menghindari kerusakan mesin jumlah atau kalkulator, terlebih dahulu bacalah buku petunjuk dan pahami cara pengoprasian / penggunaannya.
  • Untuk mesin hitung listrik terlebih dahulu,perhatikan tegangan listrik yang tersedia, voltage yang tercantum pada mesin tersebut harus cocok dengan voltage aliran listrik yang tersedia. Jika mesin mempunyai tombol pengatur voltase, maka mesin dapat disesuaikan untuk voltase 110 V atau 220 V (dual voltage). Anda harus yakin bahwa pengatur telah ditempatkan pada posisi yang cocok. Dengan memperhatikan ini anda akan menghindarkan mesin dari kerusakan terbakar karena telah anda hubungkan dengan aliran listrik dengan voltase yang lebih tinggi, atau mesin tidak dapat bekerja karena anda hubungkan dengan aliran listrik dengan voltage yang lebih rendah.
  • Jika mesin anda tidak dilengkapi dengan pengatur voltase ganda, maka anda harus menggunakan transformator (step up/step down).
  • Jika mesin hitung mesin listrik anda macet (tidak mau operasi) atau “jalan terus”. Dalam hal yang demikian janganlah menekan-nekan berbagai kunci untuk mencoba menjalankan atau mematikan mesin, akan tetapi cabutlah segera steker dari stop kontak.
Baca Juga :  Jawaban INFORMATIKA Halaman 99 Kelas 7

You May Also Like

About the Author: Ngabdul Manan