Menyiapkan dan Mengoperasikan Peralatan Transaksi di Lokasi Penjualan

Menyiapkan dan Mengoperasikan Peralatan Transaksi di Lokasi Penjualan

Wacaberita.com – Menyiapkan dan Mengoperasikan Peralatan Transaksi di Lokasi Penjualan. Dari buku Penjualan BAB II MENYIAPKAN DAN MENGOPERASIKAN PERALATAN TRANSAKSI DI LOKASI PENJUALAN SMK Halaman 57-61 Deskripsi, Pengertian transaksi bisnis, Peralatan transaksi di lokasi penjualan dll.

Deskripsi

Kompetensi Umum(“genericcompetencies” atau “soft competencies”) terdiri dari unit-unit kompetensi yang menjadi prasyarat umum untuk bekerja disektor Penjualan secara umum. Salah satu kompetensi umum dimaksud adalah “menyiapkan dan mengoperasikan peralatan transaksi di lokasi penjualan”.

Transaksi di tempat penjualan mengandung pengertian diterimanya kartu ATM/debet atau kartu kredit di toko peritel dan rumah makan sebagai alat pembayaran barang atau jasa. Untuk itu dalam buku ini akan diuraikan tentang beberapa jenis peralatan penjualan/mesin bisnis yang banyak dipakai,baik oleh pedagang eceran,toko maupun swalayan dan mengoperasikan alat komunikasi,mempersiapkan serta mengoperasikan alat hitung,alat timbang, alat ukur;mempersiapkan dan mengoperasikan mesin pembayaran, baik tunai maupun non tunai, serta mempersiapkan dan mengoperasikan alat bantu verifikasi.

Disamping itu akan diuraikan pula tentang bagaimana cara perawatan/pemeliharaan secara preventif, karena pemeliharaan preventif jauh lebih baik daripada pemeliharaan untuk memulihkan kerusakan yang timbul secara tidak menentu(remedial maintenance).Semua itu merupakan pengetahuan umum yang harus dimiliki oleh seorang tenaga penjual.

Pendahuluan

Transaksi bisnis adalah kejadian atau kondisi ekonomi yang secara langsung mempengaruhi kondisi keuangan atau hasil operasi suatu perusahaan.Dalam dunia perdagangan berbagai kegiatan usaha manufaktur (pabrikan) yang memproduksi barang-barang,usaha dagang yang melakukan pendistribusian barang dagangan, dan usaha jasa,pada akhirnya akan bermuara pada kegiatan penjualan barang atau jasa. Ruang lingkup kegiatan penjualan dapat ditinjau dari berbagai segi:

1. berdasarkan jenisnya, ruang lingkup kegiatan penjualan meliputi upaya-upaya dalam menjual barang dan atau jasa.

Baca Juga :  Materi Sistem Reproduksi Manusia IPA Kelas 9 SMP/MTs

2. berdasarkan asal produk, ruang lingkup kegiatan penjualan meliputi:

  • kegiatan penjualan hasil pertanian;
  • kegiatan penjualan hasil perikanan;
  • kegiatan penjualan hasil hutan;
  • kegiatan penjualan hasil industri;
  • kegiatan penjualan hasil-hasil pengadaan jasa/fasilitas.

3. berdasarkan luas wilayahnya,ruang lingkup kegiatan penjualan meliputi:

  • kegiatan penjualan dalam negeri (domestik);
  • kegiatan penjualan luar negeri (ekspor);

4. berdasarkan besarnya usaha ruang lingkup kegiatan penjualan meliputi:

  • kegiatan penjualan eceran;
  • kegiatan penjualan partai kecil; dan
  • kegiatan penjualan partai besar.

5. Berdasarkan tempat menjual,ruang lingkup kegiatan penjualan meliputi:

  • kegiatan penjualan di toko;
  • kegiatan penjualan di pasar;
  • kegiatan penjualan di kaki lima; dan
  • kegiatan penjualan keliling.

6. Berdasarkan cara pembayaran,ruang lingkup kegiatan penjualan meliputi:

  • kegiatan penjualan tunai;
  • kegiatan penjualan kredit baik secara angsuran (installment) maupun sewa-beli (hire purcahase).

7. Berdasarkan waktu pelaksanaannya, ruang lingkup kegiatan penjualan adalah meliputi:

  • kegiatan penjualan sekarang (penyerahan barang atau jasa maupun uang sekarang);
  • kegiatan penjualan berjangka (penyerahan barang kemudian);
  • kegiatan penjualan indent (penjualan dengan pesanan);
  • kegiatan penjualan karena ijon (hasil pertanian yang dijual sebelum panen karena dibeli secara ijon).

8. Berdasarkan prosesnya, ruang lingkup kegiatan penjualan adalah meliputi:

  • kegiatan persiapan, atau pra penjualan;
  • kegiatan pelaksanaan penjualan;
  • kegiatan layanan purna jual.

Langkah-langkah penjualan sejak persiapan atau pra penjualan sampai pelaksanaan penjualan dan pemberian layanan purna jual adalah sebagai berikut:

a. Penentuan dan pemantapan tempat usaha;
b. Memobilisasi sumber daya manusia dan dana;
c. Menentukan sitem penjualan;
d. Membnuat ramalan penjualan dan menyusun rencana penjualan;
e. Menentukan dan melaksanakan program penjualan, termasuk menentukan daerah penjualan, pemasaran dan cara penjualan;
f. Memelihara persediaan barang dagangan, peralatan dan perlengkapan;
g. Melaksanakan penjualan barang,mulai dari menerima pesanan sampai dengan pembayaran dan pengirimannya,termasuk menerima klaim dan retur;
h. Menyelenggarakan administrasi penjualan;
i. Melaksanakan urusan purna jual (bila ada).

Baca Juga :  Unsur-Unsur Pelayanan Prima dari Buku Penjualan Untuk SMK

Peralatan transaksi di lokasi penjualan

Dalam dunia perdagangan banyak sekali jenis peralatan yang dapat digunakan untuk membantu dalam menyelesaikan transaksi jual-beli. Mulai dari pencarian informasi barang yang akan dijual, saat memberikan pelayanan kepada pelanggan (customer), sampai dengan menyelesaikan transaksi penjualan.

Peralatan penjualan dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

a. Peralatan berupa perlengkapan dokumen penjualan seperti nota, bon, dan faktur; peralatan tulis menulis lainnya,termasuk berbagai macam stempel; dan plastik pembungkus,

b. Peralatan berupa mesin-mesin, secara umum peralatan yang digunakan tersebut dikenal dengan nama mesin bisnis.

Dalam hal ini pembahasan dititik beratkan pada penggunaan peralatan berupa mesin mesin. Adapun yang dimaksud dengan peralatan penjualan atau mesin-mesin bisnis adalah semua jenis mesin yang digunakan dalam kegiatan bisnis, khususnya dalam perdagangan yang digunakan untuk membantu menyelesaikan transaksi dagang dengan menyenangkan.

Fungsi peralatan penjualan/mesin-mesin bisnis:

a) Mempercepat dalam menyelesaikan pekerjaan
b) Lebih effisien dalam penggunaan waktu, tenaga dan biaya
c) Meminimalkan kesalahan saat menghitung
d) Data yang diperoleh lebih akurat
e) Sebagai alat control/pengawasan dari pemilik toko/manajer
f) Sebagai alat pelayanan yang menyenangkan bagi customer

Kemampuan Tenaga Penjualan

Kemampuan Tenaga Penjualan

Memiliki tenaga penjual yang tangguh adalah keharusan bagi setiap perusahaan,karena konsumen masa kini semakin kritis sehingga tugas tenaga penjualpun lebih berat dibanding periode se belumnya yang dibutuhkan konsumen masa kini adalah mitra (partner) bukan semata mata pemasok (supplier) yang memiliki saling pengertian atas isu dan tujuan bisnis bersama, serta memiliki hubungan yang lebih mendalam.

Tenaga penjual harus memiliki komitmen,keterlibatan,dan fokus strategis.Untuk itu,perlu dilakukan komunikasi yang baik dengan pelanggan sehingga dapat menciptakan kontak emosional.Dengan demikian diharapkan dapat menciptakan pelanggan yang setia bagi produk kita. Penjual yang sukses mampu mempertahankan dan meningkatkan penjualan dengan mempertahankan hubungan yang berkesinambungan.Oleh karena itu,seorang tenaga penjual dituntut untuk memiliki keahlian dan keterampilan berkomunikasi.

Baca Juga :  Tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 dan Dasar Hukum Penerapan

Alasan kita berkomunikasi dengan pelanggan, baik secara tatap muka atau melalui hubungan telpon, tujuannya agar kita memahami apa yang pelanggan butuhkan. Kemudian mencoba menawarkan produk dan solusi untuk para pelanggan kita. Oleh karena itu,perlu diperhatikan caracara yang baik dalam menjual dan berbicara yang efektif dengan calon pembeli tanpa harus menyinggung perasaan calon pembeli. Seorang penjual yang baik, akan mampu memberikan solusi bagi setiap masalah dan kebutuhan pelanggan,bukan hanya sekedar menjual produk atau jasa.

You May Also Like

About the Author: Ngabdul Manan