Resmi Terbit! Mendikdasmen Wajibkan Sekolah Tidak Memberi PR Saat Libur Natal 2025 Tahun Baru 2026, Orang Tua Diminta Lakukan 7 Aktivitas Ini
Table of Contents
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kegiatan Murid Selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Aturan ini ditujukan kepada seluruh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di Indonesia sebagai panduan pelaksanaan libur sekolah akhir semester ganjil yang bertepatan dengan libur nasional akhir tahun.
Surat edaran ini diterbitkan sebagai respons atas kebutuhan pelaksanaan kalender pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026 yang menjadwalkan libur semester ganjil pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Dengan bertepatan pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah menilai perlu adanya panduan khusus untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kesehatan peserta didik selama berlibur, sekaligus memastikan pemulihan ekonomi di masa libur panjang tetap berjalan baik.

Libur Sekolah Bukan Beban, Sekolah Diminta Tidak Memberikan PR Berlebihan
Salah satu poin penting dalam surat edaran tersebut adalah imbauan kepada seluruh kepala satuan pendidikan untuk tidak memberikan pekerjaan rumah (PR) atau tugas proyek liburan yang berlebihan. Terutama tugas yang:
-
membebani biaya orang tua,
-
membutuhkan gadget dan internet intensif,
-
atau mengharuskan murid melakukan kegiatan yang sulit dilakukan tanpa fasilitas tertentu.
Pemerintah menegaskan bahwa libur sekolah merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Masa libur memberi kesempatan bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan untuk beristirahat, memulihkan energi, serta mempererat hubungan keluarga. Karena itu, jika sekolah tetap memberikan tugas, bentuknya harus sederhana, menyenangkan, bisa dilakukan bersama keluarga, dan tidak memunculkan beban finansial tambahan.
Imbauan ini dikeluarkan sebagai upaya pemerintah mengurangi kecemasan murid dan orang tua akibat tingginya beban tugas selama liburan di tahun-tahun sebelumnya.
Penguatan Edukasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)
Selain soal PR, sekolah juga diwajibkan menyampaikan pesan terkait Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kepada murid sebelum memasuki masa libur. Pesan SPAB ini meliputi berbagai aspek keselamatan:
-
Mengenali risiko bencana di lingkungan rumah atau tempat liburan.
-
Mengetahui jalur evakuasi di rumah dan lingkungan sekitar.
-
Menyimpan nomor layanan darurat yang dapat dihubungi ketika terjadi sesuatu.
-
Keselamatan di jalan sebagai pejalan kaki, pesepeda, atau pengguna kendaraan.
-
Tips keselamatan saat bepergian ke pantai, gunung, atau tempat wisata.
-
Edukasi perilaku aman di rumah, termasuk saat menggunakan listrik dan gawai.
Dengan tingginya mobilitas masyarakat selama libur Nataru, pemerintah berharap edukasi SPAB ini dapat menekan risiko kecelakaan atau insiden yang melibatkan anak-anak.
Orang Tua Diminta Lakukan 7 Aktivitas Positif Selama Libur
Dalam surat edaran tersebut, Mendikdasmen menekankan bahwa liburan bukan hanya untuk istirahat, tetapi juga kesempatan bagi keluarga untuk memperkuat hubungan dan memberikan pengalaman positif bagi anak-anak.
Pemerintah mengimbau orang tua melakukan beberapa aktivitas berikut:
1. Menghabiskan Waktu Berkualitas dengan Anak
Kegiatan sederhana sehari-hari seperti:
-
memasak bersama,
-
mengatur keuangan rumah tangga,
-
membersihkan rumah,
dapat menjadi sarana pembelajaran life skills yang penting bagi anak.
2. Berdialog Dengan Anak
Orang tua diminta meluangkan waktu untuk:
-
mendengar pengalaman anak di sekolah,
-
membahas minat yang sedang berkembang,
-
merencanakan masa depan bersama.
3. Melakukan Rekreasi Sesuai Kemampuan Ekonomi
Pemerintah menekankan bahwa rekreasi tidak harus mahal, yang penting adalah kebersamaan keluarga.
4. Mendorong Literasi, Numerasi, dan Karakter
Tanpa memberi tekanan akademik, orang tua dapat mengajak anak:
-
membaca buku,
-
bermain permainan logika,
-
mengikuti kegiatan seni atau olahraga.
5. Mengatur Screen Time
Orang tua diminta:
-
menetapkan batas waktu penggunaan gawai,
-
mendampingi anak ketika mengakses internet,
-
memastikan anak terhindar dari konten negatif seperti kekerasan, pornografi, judi, dan hoaks.
6. Mendukung Aktivitas Sosial dan Keagamaan
Beberapa contoh kegiatan positif:
-
mengikuti kegiatan keagamaan,
-
latihan seni dan olahraga di lingkungan,
-
bersilaturahmi dengan keluarga besar.
7. Melindungi Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi
Orang tua diminta lebih waspada terhadap:
-
kekerasan fisik dan psikis,
-
pekerjaan yang mengganggu hak belajar,
-
risiko pernikahan dini.
Perhatian Khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Surat edaran ini juga memuat arahan khusus bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK). Orang tua diminta:
-
menjaga rutinitas harian anak seperti jam tidur dan pola makan,
-
memberikan stimulasi sesuai kebutuhan,
-
berkoordinasi dengan guru jika membutuhkan dukungan tambahan.
Langkah ini dinilai penting agar transisi anak kembali ke sekolah setelah libur berjalan lancar.
Sekolah Wajib Menjaga Keamanan Aset Selama Libur
Masa libur panjang kerap menjadi celah terjadinya perusakan atau kehilangan aset sekolah. Karena itu, Mendikdasmen meminta seluruh kepala satuan pendidikan memastikan keamanan:
-
laboratorium,
-
perangkat TIK,
-
perpustakaan,
-
dan fasilitas lainnya.
Pengaturan petugas piket dan koordinasi dengan pihak keamanan setempat menjadi kewajiban selama masa libur.
Sekolah Wajib Sediakan Kanal Pengaduan Selama Libur
Orang tua atau wali murid juga bisa menyampaikan laporan atau kebutuhan informasi melalui:
-
kontak sekolah,
-
wali kelas,
-
atau layanan pengaduan yang relevan.
Kanal ini harus tetap dibuka meskipun sekolah sedang libur, terutama untuk urusan keselamatan dan perlindungan anak.
Penutup: Berlaku Mulai Ditetapkan
Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan menjadi panduan resmi bagi seluruh daerah dan sekolah di Indonesia.
Dengan hadirnya kebijakan ini, pemerintah berharap seluruh murid dapat menjalani liburan akhir tahun dengan aman, sehat, bahagia, serta siap kembali belajar di semester berikutnya tanpa tekanan dan beban berlebih.