Biodata Al Biruni, Ilmuwan Beragam Ilmu

Biodata Al Biruni, Ilmuwan Beragam Ilmu

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Al Biruni seorang ilmuwan yang menguasai beragam ilmu. Penasaran ingin tahu tentang seorang ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, simak penjelasannya berikut ini.

Biodata Al Biruni :

Lahir : 4 September 973 M, Kath (sekarang Khiva), sekitar wilayah aliran Sungai Oxus, Khwarizm (Uzbekistan) 

Meninggal : 13 Desember 1048 (75 tahun) di Ghazna 

Bidang : fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran,  filsafat

 

Abu Rayhan Muhammed Ibnu Ahmad Al-Biruni ialah seorang Persia yang menguasai beragam ilmu seperti: fisika, antropologi, psikologi, kimia, astrologi, sejarah, geografi, geodesi, matematika, farmasi, kedokteran, serta filsafat.

Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, Al Biruni memberikan kontrbusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya itu. Al Biruni juga dikenal sebagai seorang guru yang sangat dikagumi dan dihormati oleh muridnya.

Al-Biruni lahir menjelang terbit fajar pada tanggal 4 September 973 M di kota Kath, sekarang adalah kota Khiva,  di sekitar wilayah aliran Sungai Oxus, Khwarizm (Uzbekistan). Sejarah masa kecilnya tak terlalu banyak diketahui. Dalam biografinya, Al-Biruni mengaku sama sekali tak mengenal ayahnya, hanya sedikit mengenal tentang kakeknya.

Pendidikan dan kemampuan

Al-Biruni mampu menguasai sederet bahasa seperti Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi, dan Suriah. Al-Biruni muda mempelajari ilmu matematika dan Astronomi dari Abu Nasir Mansur.

Menginjak usia yang ke-20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya di bidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina, ilmuwan besar Muslim lainnya yang begitu berpengaruh di Eropa.

Baca Juga :  Biodata Julius Lothar von Meyer Penemu Tabel Periodik

Al-Biruni tumbuh dewasa dalam situasi politik yang kurang menentu. Ketika berusia 20 tahun, Dinasti Khwarizmi digulingkan oleh Emir Ma’mun Ibnu Muhammad, dari Gurganj.

Ketika itu, Al-Biruni meminta perlindungan dan mengungsi di Istana Sultan Nuh Ibnu Mansur. Pada tahun 998 M, Sultan dan Al-Biruni pergi ke Gurgan di Laut Kaspia. Dia tinggal di wilayah itu selama beberapa tahun.

Selama tinggal di Gurgan, Al-Biruni telah menyelesaikan salah satu karyanya yakni menulis buku berjudul The Chronology of Ancient Nations. Sekitar 11 tahun kemudian, Al-Biruni kembali ke Khwarizmi.

Sekembalinya dari Gurgan Al-Biruni menduduki jabatan yang terhormat sebagai penasehat sekaligus pejabat istana bagi penggati Emir Ma’mun. Pada tahun 1017 M, situasi politik kembali bergolak menyusul kematian anak kedua Emir Ma’mun akibat pemberontakan.

Sumbangan Al-Biruni pada ilmu pengetahuan

Astronomi : Will Durant memaparkan tentang kontribusi Al-Biruni dalam bidang astronomi, Dia telah menulis risalah tentang astrolabe serta memformulasi tabel astronomi untuk Sultan Ma’sud,. Selain itu, Al-Biruni juga telah berjasa menuliskan risalah tentang planisphere dan armillary sphere.

Al-Biruni juga menegaskan bahwa bumi itu berbentuk bulat. Al-Biruni tercatat sebagai astronom yang melakukan percobaan yang berhubungan dengan penomena astronomi. Dia menduga bahwa Galaksi Milky Way (Bima Sakti) sebagai kupulan sejumlah bintang. Pada tahun 1031 M, dia menyelesaikan ensiklopedia astronomi yang sangat panjang berjudul Kitab Al-Qanun Al Mas’udi.

Astrologi : Dia merupakan ilmuwan yang pertama kali membedakan istilah astronomi dengan astrologi. Hal itu dilakukannya pada abad ke-11 M. Dia juga menghasilkan beberapa karya yang penting dalam bidang astrologi.

Ilmu Bumi : Al-Biruni juga menghasilkan sejumlah sumbangan bagi pengembangan Ilmu Bumi. Atas perannya itulah dia dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’. Dia juga memberi kontribusi signifikan dalam kartografi, geografi, geologi, serta mineralogi.

Baca Juga :  Biodata King C. Gillette Penemu Pisau Cukur (Silet)

Kartografi : Kartografi adalah ilmu tentang membuat peta atau globe. Pada usia 22 tahun, Al-Biruni telah menulis karya penting dalam kartografi, yakni sebuah studi tentang proyeksi pembuatan peta.

Geodesi dan Geografi : Pada usia 17 tahun, Al-Biruni sudah mampu menghitung garis lintang Kath Khawarzmi dengan menggunakan ketinggian matahari. ”Kontribusi penting dalam geodesi dan geografi telah dibuat disumbangkan Al-Biruni. Dia telah memperkenalkan teknik mengukur bumi dan jaraknya menggunakan triangulasi,” papar John J O’Connor dan Edmund F Robertson dalam MacTutor History of Mathematics.

Geologi : Al-Biruni juga telah menghasilkan karya dalam bidang geologi. Salah satunya, dia menulis tentang geologi India.

Mineralogi : Dalam kitabnya berjudul Kitab al-Jawahir atau Book of Precious Stones, Al-Biruni menjelaskan beragam mineral. Dia mengklasifikasi setiap mineral berdasarkan warna, bau, kekerasan, kepadatan, serta beratnya.

Metode Sains : Al-Biruni juga berperan dalam memperkenalkan metode saintifik dalam setiap bidang yang dipelajarinya. Salah satu contohnya, dalam Kitab al-Jamahir dia tergolong ilmuwan yang sangat eksperimental.

Optik : Dalam bidang optik, Al-Biruni termasuk ilmuwan yang pertama bersama Ibnu Al-Haitham yang mengkaji dan mempelajari ilmu optik. Dialah yang pertama menemukan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat dari kecepatan suara.

Antropologi : Dalam ilmu sosial, Biruni didapuk sebagai antropolog pertama di dunia. Ia menulis secara detail studi komparatif terkait antropologi manusia, agama, dan budaya di Timur Tengah, Mediterania, serta Asia Selatan. Dia dipuji sejumlah ilmuwan karena telah mengembangkan antropologi Islam. Dia juga mengembangkan metodelogi yang canggih dalam studi antropologi.

Psikologi Eksperimental : Al Biruni tercatat sebagai pelopor psikologi eksperimental lewat penemuan konsep reaksi waktu.

Sejarah : Pada usia 27 tahun, dia menulis buku sejarah yang diberi judul Chronology. Sayangnya buku itu kini telah hilang. Dalam kitab yang ditulisnya Kitab fi Tahqiq ma li’l-Hind atau Penelitian tentang India, Al-Biruni telah membedakan antara menode saintifik dengan metode historis.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini Selasa 23 Agustus 2022

Indologi : Dia adalah ilmuwan pertama yang mengkaji secara khusus tentang India hingga melahirkan indologi atau studi tentang India.

Matematika : Dia memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan matematika, khususnya dalam bidang teori dan praktik aritmatika, bilangan irasional, teori rasio, geometri dan lainnya.

Kematian

Al-Biruni wafat pada tanggal 13 Desember 1048 pada usia 75 tahun di Ghazna. Untuk mengenang jasanya, pada astronom mengabadikan nama Al-Biruni di kawah bulan.

Al Biruni adalah Ilmuwan Muslim serba bisa dari abad ke-10 M yang merupakan sarjana Muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari tentang seluk beluk India dan tradisi Brahminical. Dia sangat intens mempelajari bahasa, teks, sejarah, dan kebudayaan India.

Di era keemasan Islam, Al-Biruni ternyata telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi. Selain itu ia juga ‘antropolog pertama’ di seantero jagad, salah satu pelopor metode saintifik eksperimental yang memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu mekanik.

Al-Biruni juga tercatat sebagai seorang perintis psikologi eksperimental. Dia juga merupakan saintis pertama yang mengelaborasi eksperimen yang berhubungan dengan fenomena astronomi.

Penutup

Itulah biodata Al Biruni seorang ilmuwan yang menguasai beragam ilmu. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : Wikipedia