Biodata Basuki Rahmat, Pahlawan Nasional Indonesia

Basuki Rahmat

Biodata Basuki Rahmat, Pahlawan Nasional Indonesia

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Basuki Rahmat seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Penasaran ingin tahu tentang biodata Basuki Rahmat, simak penjelasannya berikut ini.

Basuki Rahmat

Jenderal Basuki Rahmat adalah seorang seorang pahlawan nasional Indonesia dan politikus Indonesia. Beliau menjadi saksi penandatanganan Supersemar dokumen serah terima kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto.

Basuki Rahmat lahir pada 4 November 1921 di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ayahnya bernama Raden Soedarsono Soemodihardjo adalah seorang asisten residen (Wedana) dan ibunya bernama Soeratni.

Saat ia berusia tujuh tahun, Basuki dikirim ke sekolah dasar. Pada tahun 1932 ayahnya meninggal, yang mengakibatkan penghentian sementara pendidikan Basuki.

Dia dikirim untuk tinggal bersama adik ayahnya dan menyelesaikan pendidikannya, lulus dari SMP pada tahun 1939 dan dari Yogyakarta Muhammadiyah sekolah pada tahun 1942, seperti invasi Jepang di Indonesia dimulai.

Karier militer

Pada tahun 1943, Selama pendudukan Jepang di Indonesia, Basuki bergabung dengan Pembela Tanah Angkatan Darat (PETA), sebuah kekuatan tambahan berlari oleh Jepang untuk melatih tentara tambahan dalam kasus invasi Amerika Serikat Jawa. Dalam MAP, Basuki, bangkit untuk menjadi Komandan Kompi.

Pada tanggal 5 Oktober 1945, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, Basuki mendaftar di TKR pada bulan yang sama di kota Ngawi di provinsi asalnya Jawa Timur. Di sana Basuki ditempatkan di KODAM VII / Brawijaya (kemudian dikenal sebagai Wilayah Militer V / Brawijaya).

Jabatan Basuki dalam militer

  • Komandan Batalyon di Ngawi (1945-1946)
  • Komandan Batalyon di Ronggolawe (1946-1950)
  • Komandan Resimen di Bojonegoro (1950-1953)
  • Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium V/Brawijaya (1953-1956)
  • Penjabat Panglima Daerah Militer V/Brawijaya (1956
Baca Juga :  Biodata Marie François Xavier Bichat, Bapak Histologi Modern

 

Pada September 1956, Basuki dipindahkan ke Melbourne, Australia sebagai atase militer ke kedutaan di sana.

Basuki kembali ke Indonesia pada bulan November tahun 1959 dan menjabat sebagai Asisten IV / Logistik Kepala Staf Angkatan Darat Abdul Haris Nasution.

Pada tahun 1960 Basuki kembali ke KODAM VII / Brawijaya dan menjabat sebagai Kepala Staf sebelum akhirnya menjadi Panglima tahun 1962.

Sebelum menjadi militer, sebenarnya Basuki muda ingin menjadi guru hingga meneruskan pendidikannya di Sekolah guru Muhammadiyah, Yogyakarta.

Jalan hidup membuatnya megikuti pendidikan Pembela Tanah Air. Selepas pendidikan Basuki ditempatkan di Pacitan dengan pangkat shodancho (Komandan Pelopor).

Memasuki era perjuangan kemerdekaan, Basuki turut dalam pembentukan Badan Keamanan Rakyat Maospati, di Jawa Timur. Bakat kepemimpinannya  membuat ia ditunjuk menjadi Komandan Batalyon 2 Resimen 31 Divisi IV Ronggolawe danselanjutnya ditunjuk menjadi Komandan Batalyon 16 Brigade 5 Divisi I Jawa Timur.

Basuki lalu ditunjuk sebagai Panglima Komando Daerah Militer (KODAM) VIII / Brawijaya di Surabaya dengan pangkat Mayor Jendral.

Ia mengambil peran penting dalam menyadarkan parjurit jajaran Kodam agat tidak terhasut PKI. Dalam posisi pemerintahan beliau pernah menjabat sebagai Menteri Veteran Letnan dalam Kabinet Dwikora pimpinan Soekarno pada periode 1964-1966.

Basuki juga merupakan salah satu saksi kunci perisitiwa Supersemar beserta Jenderal Amirmachmud dan Jenderal M. Jusuf. melalui supersemar itu, terjadilah titik balik.

PKI yang sebelumnya mulai melancarkan tindak kekerasan, akhirnya bisa dikalahkan. Dalam memulihkan keadaan itu, jasa Basuki Rahmat sangat besar.

Akhir Hidup Basuki Rahmat

Basuki Rahmat meninggal pada tanggal 8 Januari 1969 akibat sakit jantung. Beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pangkat Militernya dinaikkan secara Anumerta menjadi Jenderal TNI. Atas jasa dan perjuangannya terhadap bangsa dan negara, Pemerintah RI menganugerahi Gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI No. 1/TK/1969 tanggal 9 Januari 1969.

Baca Juga :  Biodata Evangelista Torricelli Penemu Barometer Air Raksa

Penutup

Itulah biodata Basuki Rahmat seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

Sumber : Wikipedia

You May Also Like

About the Author: Afnan Rafiski