Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi

Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi– Hai sob, Jakarta adalah ibukota Negara Republik Indonesia. Apa kamu tahu
cerita rakyat dan lagu daerah yang berasal dari Jakarta? Kali ini waca berita akan membahas materi tentang Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi yang ada pada buku siswa kelas 4 Tema 8 sub tema 1 pembelajaran 6.

Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi 52

Aku tinggal di Jakarta. Jakarta adalah ibukota Negara Republik Indonesia. Apa kamu tahu cerita rakyat dan lagu daerah yang berasal dari Jakarta?

Baca Juga :  Jawaban Bacaan Mimpi Seorang Laskar Pelangi

Ayo, cari tahu.

Lani merupakan keturunan Tionghoa. Lani dan keluarganya tinggal di Jakarta. Sebagai ibukota negara, tentu lingkungan tempat tinggal Lani padat penduduknya. Sebagian besar warga yang tinggal di Jakarta berasal
dar i berbagai pulau di Indonesia. Mereka bekerja dan menetap di Jakarta. Selain penduduknya yang padat, di lingkungan tempat tinggal Lani juga terdapat gedung-gedung bertingkat. Gedung-gedung itu merupakan pusat pemerintahan dan pusat kegiatan penduduk, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.

Ayo Menulis

Bagaimana keadaan lingkungan tempat tinggalmu? Ceritakan secara tertulis.

Jawaban

Abbas merupakan keturunan suku Jawa. Abbas tinggal di Yogyakarta. Sebagai daerah yang dianggap istimewa oleh banyak orang, lingkungan tempat tinggal Ria sangat bayak dikunjungi wisatawan. Banyak monumen bersejarah, pemandangan alam indah, serta tempat wisata lainnya. Hal tersebut membuat Abbas bangga dengan daerah tempat tinggalnya

Pada tanggal 22 Juni mendatang warga Jakarta akan memperingati hari ulang tahun Jakarta. Sekolah Lani akan mengadakan perayaan dalam rangka ulang tahun tersebut. Lani dan teman-teman akan bermain peran dengan
mengambil cerita rakya seorang pendekar berasal dari Betawi. Si Pitung hidup pada masa pemerintahan Belanda. Bagaimana cerita Si Pitung?

Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi 53

Ayo Membaca

Bacalah cerita berikut dengan nyaring.

Si Pitung

Suatu sore Si Pitung melihat kelakuan anak buah Babah Liem yang sewenang-wenang. Babah Liem adalah tuan tanah di daerah tempattinggal Si Pitung. Dia dan anak buahnya sering merampas harta rakyat dan menarik pajak tinggi. Sebagian hasil rampasan itu diberikan kepada pemerintah Belanda.

Si Pitung bertekad untuk melawan anak buah Babah Liem. Kemudian, dia berguru kepada Haji Naipin, seorang ulama yang juga pandai ilmu bela diri. Si Pitung cepat menguasai semua ilmu yang diajarkan oleh Haji Naipin.

Baca Juga :  Keselarasan Hubungan Manusia dengan Lingkungan

”Pitung, gunakan ilmu yang kuberikan untuk membela orang orang yang tertindas. Jangan sekali-kali kau gunakan ilmumu ini untuk menindas orang lain,” pesan Haji Naipin.

Sekarang Si Pitung sudah siap melawan anak buah Babah Liem. Dia menghentikan ulah anak buah Babah Liem yang sedang merampas harta rakyat jelata.

”Heh, Anak Muda! Siapa kau? Beraninya menghentikan kami!” tanya salah satu anak buah Babah Liem.

”Kalian tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, aku akan menghentikan ulah kalian selamanya,” jawab Si Pitung.

Anak buah Babah Liem menyerang Si Pitung. Namun, Si Pitung bisa mengalahkan mereka semua. Sejak saat itu, nama Si Pitung terkenal di kalangan penduduk.

Si Pitung memutuskan untuk mengabdikan hidupnya pada rakyat jelata. Dia bertekad untuk mengambil kembali hak yang sudah dicuri oleh tuan tanah dan mengembalikannya kepada rakyat. Dia mengajak beberapa temannya untuk bergabung dengannya.

Kelakuan Si Pitung tidak disukai oleh tuan tanah dan juga pemerintah Belanda. Mereka mengeluarkan perintah untuk menangkap Si Pitung. Namun, Si Pitung amat cerdik. Dia selalu berpindah tempat sehingga pemerintah Belanda dan juga tuan tanah tidak bisa menangkapnya. Karena kesal, pemerintah Belanda menggunakan cara licik. Mereka menangkap Pak Piun, ayah Si Pitung dan Haji Naipin.

Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa jika Si Pitung tak menyerah, Pak Piun dan Haji Naipin akan dihukum.

Si Pitung mendengar berita tentang penangkapan ayah dan gurunya itu. Kemudian, dia menghadap Schout Heyne dan menyerahkan diri. Dia tak mau ayah dan gurunya menderita.

”Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum tembak,” kata Schout Heyne.

”Kau tidak keliru? Bukannya kau dan tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu!” jawab Si Pitung.

Baca Juga :  Laporan Hasil Diskusi Apa yang akan terjadi jika orang malas tidak mau berusaha? Jawaban Buku Siswa Kelas 5 Tema 9 Halaman 100

Schout Heyne benar-benar melaksanakan ancamannya. Si Pitung dihukum tembak. Hidup Si Pitung berakhir di ujung peluru. Namun, kisah kepahlawanannya tetap dikenang. Si Pitung, si pahlawan rakyat jelata.

Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi 54

Ayo Berlatih

Identifikasilah cerita Si Pitung dengan menjawab soal-soal berikut.

1. Apa jenis cerita fiksi teks berjudul “Si Pitung” ? Berikan alasanmu!

Jawaban

Jenis cerita fiksi teks berjudul “Si Pitung” adalah cerita epos. Hal ini karena cerita Si Pitung bercerita tentang kisah kepahlawanan tokoh Si Pitung yang melawan Babah Liem dan pemerintah Belanda.

2. Sebutkan nama tokoh-tokoh dalam cerita tersebut!

Jawaban

Si Pitung, Haji Naipin, Babah Liem, anak buah Babah Liem, Schout Heyne, dan Pak Piun.

3. Sebutkan tokoh utama dan tokoh tambahan pada cerita tersebut. Jelaskan.

Jawaban

Tokoh utama adalah Si Pitung, sedangkan tokoh tambahan adalah Haji Naipin, Babah Liem, anak buah Babah Liem, Schout Heyne, dan Pak Piun.

4. Sebutkan tokoh protagonis dan tokoh antagonis pada cerita tersebut. Jelaskan.

Jawaban

Tokoh protagonis adalah Si Pitungdan Haji Naipin, sedangkan tokoh antagonis adalah Babah Liem, anak buah Babah Liem, Schout Heyne.

Kemudian, ceritakan hasil identifikasimu di depan guru dan teman-temanmu.

Selain bermain peran, Lani dan teman-teman juga akan menyanyikan lagu ” Kicir Kicir”. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu daerah berasal dari Jakarta. Lagu “Kicir Kicir” sering di nyanyikan pada acara ulang tahun Kota Jakarta. Biasanya, lagu tersebut dinyanyikan dengan diiringi alat musik tanjidor.

Ayo Bernyanyi

Nyanyikan lagu ”Kicir-Kicir” bersama teman satu kelas. Perhatikan terlebih dahulu cara gurumu menyanyikan lagu tersebut dengan benar.

Lagu Kicir Kicir

Ayo Berlatih

Tentu kamu sudah memahami tentang tempo dan tinggi rendah nada. Sekarang identifikasilah lagu ”Kicir-Kicir” tersebut.

1. Bagaimana tempo lagu ”Kicir-Kicir”?

Jawaban

Lagu kiciri-kicir memiliki tempo sedang

2. Amatilah notasi angka lagu ”Kicir-Kicir”. Sebutkan suku kata atau kata yang dinyanyikan dengan nada tinggi. Salinlah notasi 2 baris kalimat, lalu buatlah garis melodinya tanpa melihat notasi balok.

Jawaban

3. Amatilah notasi angka lagu ”Kicir-Kicir”. Sebutkan suku kata atau kata yang dinyanyikan dengan nada sedang. Tulislah alasanmu.

Jawaban

Suku kata yang dinyanyikan dengan nada sedang yaitu kata “suka” pada lirik “Pabila kita ya tuan suka menyanyi”

4. Amatilah notasi angka lagu ”Kicir-Kicir”. Sebutkan suku kata atau kata yang dinyanyikan dengan nada rendah. Tulislah alasanmu.

Jawaban

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah image-408.png

Suku kata yang dinyanyikan dengan nada rendah yaitu kata “saya” pada lirik “Saya menyanyi ya tuan memang sengaja”.

Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi 59

Kesimpulan

Apa kamu telah memahami materi pada pembelajaran hari ini?

Jawaban

Iya, saya sudah memahami materi pembelajaran hari ini

Bagaimana caramu melestarikan cerita rakyat dan lagu daerah di lingkungan tempat tinggalmu?

Jawaban

Mengingat dan melestarikan lagu daerah dan cerita rakyat. Selanjutnya, juga menceritakan cerita rakyat kepada orang lain.

Demikianlah pembahasan kita mengenai Cerita Si Pitung Pendekar Asli dari Betawi pada buku siswa kelas 4 tema 8 sub tema 1 pembelajaran 6. . Bekerja Sama dengan orang tuamu , carilah beberapa lagu daerah. Tulislah tempo lagu dan asal lagu daerah tersebut. Kemudian, bersama orang tuamu identifikasilah tinggi rendah nada lagu tersebut. Semoga bermanfaat