Biodata Gottlob Frege

Biodata Gottlob Frege

Hai sobat biodata, kali ini kami akan bagikan biodata Gottlob Frege. Penasaran ingin tahu tentang biodata Gottlob Frege, simak penjelasannya berikut ini.

Biodata Gottlob Frege :

  • Lahir : 8 November 1848 Wismar, Mecklenburg-Schwerin, Jerman
  • Meninggal : 26 Juli 1925 (umur 76) Bad Kleinen, Mecklenburg-Schwerin, Jerman
  • Karya terkenal : Begriffsschrift (1879), Yayasan aritmatika (1884)
  • Era : Filsafat abad ke-19, Filsafat abad ke-20
  • Daerah : Filsafat Barat
  • Sekolah : Filsafat analitik
  • Orangtua : Karl Alexander Frege dan Auguste Wilhelmine Sophie Frege
  • Kepentingan utama : Filsafat matematika, logika matematika, Filsafat bahasa
  • Gagasan penting : Prinsip compositionality, teori Kuantifikasi, Predikat kalkulus  logicism ,Sense dan referensi

 

Friedrich Ludwig Gottlob Frege adalah seorang matematikawan, logikawan, dan filsuf asal Jerman. Gottlob Frege terkenal sebagai salah satu pendiri logika modern dan memberikan konstribusi besar pada bidang matematika. Oleh sebab itu Gotlobb Frege mendapat julukan sebagai bapak filsuf analitik, atas tulisannya terkait filosofi bahasa dan matematika.

Biografi

Gottlob Frege lahir pada tanggal 8 November 1848 di Wismar, Mecklenburg-Schwerin, Jerman dari pasangan Karl Alexander Frege dan Auguste Wilhelmine Sophie Frege.

Ayahnya, Karl, adalah seorang pendiri dan sekaligus menjadi kepala sekolah di sekolah tinggi khusus perempuan hingga ia wafat. Setelah kematian ayahnya, sekolah tersebut dipimpin oleh ibunya, Sophie.

Gurunya, Gustav Adolf Leo Sachse, memiliki peranan penting atas karir ilmuwan Frege, karena ialah yang menyarankan Frege untuk meneruskan berkuliah di Universitas Jena setelah lulus dari gimnasium.

Frege menikah dengan Margarete Katharina Sophia Anna Lieseberg pada tanggal 14 Maret 1887. Gottlob Frege meninggal pada usia 76 tahun, tepatnya pada tanggal 26 Juli 1925 di Bad Kleinen (sekarang menjadi bagian dari Mecklenburg-Vorpommern).

Baca Juga :  Biodata Samanhudi, Pendiri Sarekat Dagang Islam

Pemikiran dan teori Gottlob Frege

Filsafat analitik atau filsafat linguistik atau filsafat bahasa, penggunaan istilahnya tergantung pada preferensi filsuf yang bersangkutan. Namun pada umumnya kita dapat menjelaskan pendekatan ini sebagai suatu yang menganggap analisis bahasa sebagai tugas mendasar filsuf.

Sebagai bapak filsuf analitik, Gottlob Frege adalah filsuf terpenting setelah Immanuel Kant. Pemikiran Frege sedikit banyak dipengaruhi filsafat analitik, filsafat-logika, dan filsafat bahasa. Frege hendak merumuskan logika yang rigorus sebagai metode berfilsafatnya. Dengan kata lain, filsafat itu sendiri pada intinya adalah logika.

Frege berpendapat bahwa dasar yang kokoh bagi matematika dapat ‘diamankan’ melalui logika dan analisis yang ketat terhadap logika dasar kalimat-kalimat. Cara itu juga bisa menentukan tingkat kebenaran suatu pernyataan.

Akar-akar analisis linguistik ditanam di lahan yang disiangi oleh Gottlob yang notabenenya adalah seorang matematikawan. Gottlob memulai sebuah revolusi logika (analitik), yang implikasinya masih dalam proses penanganan oleh filsuf-filsuf kontemporer.

Frege menganggap bahwa logika sebetulnya bisa direduksi ke dalam matematika, dan yakin bahwa bukti-bukti harus selalu dikemukakan dalam bentuk langkah-langkah deduktif yang diungkapkan dengan jelas.

Salah satu idenya yang paling berpengaruh adalah membuat perbedaan antara “arti” (sense) proposisi dan “acuan” (reference)-nya, dengan mengetengahkan bahwa proposisi memiliki makna hanya apabila mempunyai arti dan acuan (ide ini mengandung kemiripan yang menonjol, secara kebetulan dengan pernyataan Kant bahwa pengetahuan hanya muncul melalui sintesis antara konsep dan intuisi).

“Truth – Conditional Theory” adalah teori yang mendefinisikan makna sebagai suatu kondisi dimana suatu ekspresi mungkin benar atau sebaliknya. Gottlob berpendapat bahwa penamaan setidaknya memiliki dua masalah utama dalam mengungkapkan makna.

Pertama, semisal untuk “Sam” merujuk pada sebuah objek benda hidup ‘manusia’ yang ‘bernama Sam’. Namun, bila objek dari nama tersebut tidak ada, maka nama itu tidak memiliki arti. Contoh: Pegasus (kuda terbang dalam mitologi Yunani) dianggap tidak memiliki arti karena tidak ditemukannya kuda yang memiliki sayap dan dapat terbang saat ini.

Baca Juga :  Dampak Perubahan Lingkungan Akibat Ulah Manusia

Kedua, kondisi dimana sebuah objek memiliki dua nama. Contoh untuk planet Venus dinamakan ‘Hesperus’ dan ‘Posphorus’. Jika kedua kata itu berarti sama maka tidak akan menghasilkan kalimat yang berbeda dari makna aslinya. Dengan kata lain, dua nama untuk objek yang sama akan memiliki pengertian yang berbeda.

Pada tahun 1879 Frege menyusun notasi baru yang memungkinkan terekpresikannya “penentu kuantitas” (kata-kata seperti “semua”, “beberapa” dan sebagainya) dalam bentuk simbol-simbol.

Frege berharap para filsuf bisa menggunakan notasi ini untuk menyempurnakan bentuk logis argumen mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk jauh lebih dekat, daripada waktu-waktu sebelumnya, dengan ide pembuatan filsafat menjadi ilmu yang ketat.

Penemuan Frege mengenai pembilang notasi ini diterbitkan dalam sebuah tulisan berjudul Begriffsschrift yang menandai munculnya era logika modern.

Frege percaya logika mampu mengerjakan tugas-tugas jauh melampaui apa saja yang dibayangkan oleh Aristoteles, asalkan pemaknaan para logikawan bisa mengembangkan cara pengungkapan makna linguistik. Seluruhnya dengan simbol-simbol logika.

Penutup

Itulah biodata Gottlob Frege. Semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi sobat biodata sekalian.

sumber : Wikipedia